<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853</id><updated>2011-07-07T21:38:16.323-07:00</updated><title type='text'>Mental Health in Indonesia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-633497333439727527</id><published>2009-12-27T19:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T19:55:36.612-08:00</updated><title type='text'>Buku : Look Me in The Eye – Hidup Seorang Aspergian Mencari Tempat di Dunia</title><content type='html'>Sebuah buku semi autobiografi yang ditulis oleh John Elder Robinson, Individu Aspergian. Dia adalah seorang pengusaha sukses yang ternyata dalam lembaran hidup di masa kecilnya pernah mengidap gejala yang sekarang dikenal dalam dunia psikiatri anak sebagai Sindrom Asperger. Suatu kumpulan gejala yang penampilannya berada pada payung Spektrum Autisme.&lt;br /&gt;Buku ini cukup menarik dan salah satu sumber bacaan yang masuk dalam kategori International Best Seller. Dalam memoarnya ini, John Robinson berusaha mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan seakurat mungkin tentang upaya dirinya hidup bersama dengan Sindrom Asperger. Kisah dalam buku ini teramu dalam sekelumit psikodinamika diri penulis saat hidup berada bersama orangtua, keluarga dan lingkungan. Suatu perjuangan seorang anak yang mencoba untuk mencari penjelasan tentang hal yang terjadi pada dirinya.&lt;br /&gt;Buku ini seakan menunjukkan kepada pembaca bahwasannya meski mendapat individu dengan stempel “Asperger,” tetapi mereka juga mempunyai arti dalam hidup karena memiliki emosi yang dalam. Dengan  awalan ketidakmampuan akan kontak mata dan kesulitan mengenali nama orang, John Robinson dapat mengungkapkan dengan begitu detail kehidupan Asperger yang sangat fantastik sehingga menjadi karya yang berharga bagi orang-orang dengan Sindrom Asperger. &lt;br /&gt;Tambahan yang menarik dari buku ini adalah tulisan pada kata pengantarnya. Mengapa saya katakan begitu penting?... karena kata pengantar tersebut ditulis oleh Augusten Burrough, seorang penulis memoar lain yang juga tidak kalah seru yaitu “Running with Scissors.” &lt;br /&gt;Apabila pembaca tidak mengetahuinya, buku tersebut adalah tulisan kisah nyata dari sang penulis tentang dirinya yang berkepribadian ganda akibat kondisi psikososial dalam keluarga inti yang penuh ketidakbahagiaan dan ketidakstabilan emosional. Psikodinamika yang cukup kompleks yaitu hidup bersama dengan ibu yang mengalami gangguan kejiwaan dan ayah yang alkoholik dalam nuansa keretakan keluarga inti. &lt;br /&gt;Augusten Burrough sendiri ternyata adalah adik kandung dari John Robinson, sang penulis dari Buku Look Me in The Eye ini. Bahkan buku tersebut ditulis atas inspirasi dan dukungan sosial dari adiknya tersebut yang tiada henti mendorong John Robinson untuk kemudian dapat menyelesaikan memoir yang sangat indah ini. Karya yang lahir dari ikatan bathin yang ekstra kuat antara saudara yang saling memiliki dan mendukung satu sama lain.&lt;br /&gt;Dalam buku “Running with Scissors” bahkan Augusten mempersilahkan satu bab dalam bukunya itu yang menceritakan tentang perilaku kakaknya John Robinson, yang mana kemudian perilakunya kelak dikenal sebagai Sindrom Asperger. &lt;br /&gt;Tulisan dari karya orisisnil yang begitu jujur dan tulus tentang individu Aspergian dalam mencari tempat di dunia berkat bakat yang menakjubkan sebagai pendorong energi positif bagi orang-orang dengan Sindrom Asperger.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-633497333439727527?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/633497333439727527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=633497333439727527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/633497333439727527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/633497333439727527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/12/buku-look-me-in-eye-hidup-seorang.html' title='Buku : Look Me in The Eye – Hidup Seorang Aspergian Mencari Tempat di Dunia'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-782458578078778229</id><published>2009-07-15T05:54:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T05:56:45.438-07:00</updated><title type='text'>Resensi Buku: Menangani Gangguan Manik-Depresif pada Anak</title><content type='html'>Buku setebal 337 halaman ini ditulis oleh Cindy Singer dan Sheryl Gurrentz, dua wanita yang dianugerahi anak dan adik yang menderita gangguan bipolar. Pengalaman mereka hidup bersama orang dengan gangguan bipolar terekam dalam alunan cerita yang menghantar pembaca seakan larut dalam dinamika kehidupan penulisnya.&lt;br /&gt; Dalam balutan kisah yang menakjubkan ini, penulis berusaha menampilkan sekelumit pikiran dan perasaan anak-anak dengan gangguan bipolar. Pembaca kemudian dibawa memahami dan menyelami aspek tersulit dalam mengatasi tingkah pola gangguan manik-depresif pada anak.&lt;br /&gt; Kesimpulan yang bisa ditarik dari jalinan cerita dalam naskah ini adalah bahwasannya dukungan sosial berupa cinta, dorongan semangat dari keluarga dan teman-teman memiliki nilai penting dan kunci yang berharga dalam sebuah tim manajemen perawatan dan pengelolaan orang dengan gangguan bipolar. Keberadaan dukungan sosial menjadi bekal cukup yang berarti sehingga penulis buku ini berhasil melewati hari-hari suram dalam kehidupan keluarganya. &lt;br /&gt;Buku ini juga memberikan suatu pemahaman baru, akan pentingnya keterlibatan dari pengobatan psikofarmaka bagi anak dengan gangguan bipolar yang terintegrasi dengan terapi perilaku dengan menyertai peranan pekerja sosial dalam mencapai kesembuhan dan kualitas hidup (quality of life) yang baik bagi orang dengan gangguan psikiatrik.&lt;br /&gt;Buku yang terdiri dari 6 bab ini betul-betul mengupas mulai dari apa itu gangguan bipolar (manik-depresif) pada anak, reaksi orangtua (respon emosional dan psikologis) terhadap diagnosis tersebut, bantuan perawatan dan pengobatan psikiatrik, efek psikososial yang dirasakan oleh seluruh keluarga, dan pendampingan dalam menghadapi masa-masa tersulit hidup dengan orang yang memiliki gangguan bipolar serta pembelajaran dini untuk menangani anak dengan manik-depresif.&lt;br /&gt;Buku ini seakan mengatakan bahwa anda tidak lagi sendirian (alone) menghadapi anak dengan gangguan bipolar. Buku ini adalah jawaban dan penuntun praktis dalam bimbingan pengasuhan sedini mungkin untuk bagaimana mencintai anak dengan gangguan bipolar. Selamat membaca!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-782458578078778229?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/782458578078778229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=782458578078778229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/782458578078778229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/782458578078778229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/07/resensi-buku-menangani-gangguan-manik.html' title='Resensi Buku: Menangani Gangguan Manik-Depresif pada Anak'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-3571568513408917481</id><published>2009-03-28T04:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T04:03:09.620-07:00</updated><title type='text'>Reportase Singkat: Psikiater Disaster di Tragedi Tsunami Kecil Situ Gintung  Ciputat Tangerang Selatan Banten – Air Bah yang Menerjang Pemukiman Warga</title><content type='html'>Saya diberangkatkan kemarin oleh Fakultas Kedokteran &amp; Ilmu Kesehatan  (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Tangerang Selatan Banten untuk bertugas membangun posko kesehatan Bencana ”Air Bah Danau Situ Gintung.” Sungguh suatu pengalaman yang luar biasa sekali di lapangan. Amanat ini seakan mengingatkan kembali memori-memori tugas masa lalu yang pernah saya emban sebagai tim relawan kesehatan untuk Bencana Tsunami di Meulaboh Aceh Barat dan Gempa Jogja Bantul Yogyakarta. Kejadian bencana yang terjadi di Ciputat Tangerang Selatan Propinsi Banten ini kalaulah dapat di ibaratkan laksana sebuah Tragedi Tsunami Kecil di daerah pemukiman padat penduduk. &lt;br /&gt;Tragedi tersebut terjadi akibat runtuhnya tanggul penahan Danau Situ Gintung yang kemudian mengakibatkan aliran deras air dari danau menghantam dan menerjang tumpah ke area pemukiman padat penduduk di sekitar danau. Danau Situ Gintung sendiri dibuat pada sekitar medio tahun 1930-an di masa zaman penjajahan Kolonial Belanda dengan menyertai pembangunan sebuah penahan tanggul danau. Pada hari Jum’at kemarin sekitar jam 3 pagi di saat warga sedang tertidur lelap, tanggul kuno buatan kolonial belanda tersebut runtuh dan mengakibatkan air tampungan danau kemudian tumpah menimpa ratusan rumah warga sekitar. &lt;br /&gt;Sebenarnya Danau Situ Gintung ini merupakan salah satu obyek wisata yang sangat digemari oleh masyarakat seputaran tangerang Selatan karena memang pemandangannya yang terbilang eksotik untuk tujuan rekreasi keluarga. Kini akibat runtuhnya tanggul, air danau yang dulunya terlihat tenang dan menjadi tempat pembudi dayaan model keramba perikananan warga menjadi kering sampai ke dasar danau. Sejauh mata memandang dari belakang kampus FKIK UIN Syarif Hidayatullah, tak tampak lagi suatu danau yang asri, indah nan elok. Kini yang terlihat hanyalah gambaran sebuah danau tanpa air yang menyisakan berkubik lembaran lumpur coklat pekat sisa sediman danau. &lt;br /&gt;Sebelum kejadian rubuhnya tanggul tersebut, hujan deras dengan intensitas tinggi disertai dengan bongkahan es kecil-kecil terjadi sampai sore hari. Menurut informasi warga sekitar hulu tanggul, mereka memang sempat merasakan kalau tanah di pemukiman mereka mulai terasa ada getaran pergerakan, tetapi mereka tidak menyadari bahwa hal tersebut sebenarnya berupa semacam tanda peringatan bahwasannya tanggul kuno tersebut akan runtuh akibat gerusan air dari debit kuata tampungan air yang sudah overload (berlebih) dari tampungan air hujan yang memang cukup besar volumenya. Tanpa adanya sirene kesiagaan, akhirnya air bah pun menimpa pemukiman dan warga seputaran hilir malah tak sempat menyelamatkan diri. Korban meninggal yang sempat dilaporkan berjumlah 53 orang. Tetapi diperkirakan masih banyak korban hilang yang belum diketemukan mengingat medan yang berat di lapangan untuk pencarian yang dilakukan tim sar. Di tambah lagi, menjelang sore, hujan kembali menguyur dengan derasnya. Pencarian korban, sepertinya akan kembali dilakukan pada sabtu pagi ini.&lt;br /&gt;Sebagai praktisi kesehatan, saya bertugas sebagai koordinator lapangan dari posko kesehatan UIN peduli. Posko kami berdiri pas bersebelahan dengan posko yang didirikan oleh perusahaan PLN. Berdasarkan tinjauan ke lapangan, saya berkesampatan terjun melihat langsung proses evakuasi tim sar terhadap korban yang tenggelam dan menyisir reportase lapangan di area-area yang paling parah terhantam terjangan air bah Danau Situ Gintung. Berdasarkan laporan pandangan mata, sungguh banyak rumah dari pemukiman warga yang atapnya hilang karena tersapu oleh derasnya muntahan air danau. &lt;br /&gt;Gambaran yang tersisa tinggallah coretan-coretan dan sediman lumpur tebal coklat pekat yang melekat pada dinding dan lantai rumah para korban. Kalau bisa saya utarakan, situasi lapangan yang terjadi paska bencana air bah situ gintung ini mirip sekali dengan pemandangan yang pernah dapatkan di Kota Banda Aceh dan Meulaboh Aceh barat ketika bertugas Paska Bencana Tsunami beberapa tahun lalu. Pemandangan rumah-rumah yang hancur berantakan dengan lumpur pekat di mana-mana. Sungguh suatu mukzijat, dua buah masjid yang juga terkena limpahan air bah situ gintung tersebut masih kokoh dan tetap berdiri tegak dibandingkan beberapa rumah sekitarnya yang hanya tinggallah kerangka dan puing-puing reruntuhan pondasi. Bahkan salah satu masjid yang selamat, kalau terlihat memang posisi pas berada di bibir samping tempat rubuhnya tanggul penahan. Kini masjid tersebut digunakan sebagai posko pengungsian sementara korban. &lt;br /&gt;Sebagian besar pengungsi lainnya masih ditampung di kampus STIE Ahmad Dahlan dan Fakultas Hukum Universitas Muhamadiyah Jakarta Ciputat yang merupakan posko utama bencana dan pusat pengungsian warga sekitar.Kampus tersebut memang berada tepat di samping pemukiman yang menjadi kubangan sisa air danau yang sekarang masih tergenang. Laporan lain yang dapat disampaikan adalah kami juga sempat melihat sebuah mobil kijang berwarna hitam yang posisinya kini terdampar di bantaran bukit pemukiman warga, sungguh sulit di cerna lewat akal pikiran bagaimana mobil yang begitu besar dan berat bisa tersangkut di bantaran pemukimana warga kalau tidak tersapu oleh pusaran air yang berasal dari aliran air bah rubuhnya tanggul penahan danau situ gintung. Menurut informasi beberapa warga, sang pengendara mobil tersebut harus dikeluarkan dengan memecahkan salah satu jendela mobil tersebut. Belum lagi beberapa kejadian lain seperti tergulingnya beberapa mini bus yang sedang diparkir di halaman kampus STIE Ahmad Dahlan karena sapuan air bah tersebut juga.   &lt;br /&gt;Posko UIN Peduli Bencana ini terselenggara berkat koordinasi yang solid  dari berbagai jajaran program di fakultas kedokteran mulai dari kedokteran, farmasi, keperawatan, sampai kesehatan masyarakat. Posko yang di rintis kami ini bertugas sebagai penyedia dan pelayanan pengobatan gratis bagi korban yang selamat paska bencana dan kru yang bertugas sebagai relawan maupun tim sar di lapangan. Kami membangun posko kesehatan dalam masa tanggap darurat medik ini juga untuk mengelola korban-korban yang kemungkinan mengalami gejala-gejala psikologis dan psikiatrik seperti reaksi stres akut, kekhawatiran, gelisah, panik, rasa duka cita, mimpi buruk atau sulit tidur paska kejadian bencana tersebut. Berdasarkan reportase lapangan, kami menemukan ada beberapa keluarga yang bingung, khawatir dan sedih karena belum menemukan dan mengetahui bagaimana keberadaan nasib dari sanak keluarga mereka yang hilang paska bencana. &lt;br /&gt;Kami juga menyediakan kebutuhan-kebutuhan dasar seperti makanan (nasi bungkus) dan minuman yang memang menjadi bahan bantuan pokok yang paling vital bagi para pengungsi. Di samping menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan bagi korban trauma fisik yang memerlukan tindakan sederhana perawatan luka atau merujuk ke rumah sakit pada kondisi-kondisi yang berat atau gawat. Pertolongan psikologis kami sediakan untuk mendeteksi gejala-gejala psikiatrik awal yang mungkin dialami oleh orang yang selamat dari paska bencana atau relawan sehingga dapat mencegah kondisi-kondisi yang lebih buruk seperti depresi, PTSD (post traumatic stress disorder) – gangguan stres paska trauma  atau gangguan jiwa berat. Karena suatu peristiwa bencana merupakan salah satu stressor luar biasa (katastrofik) yang dapat menjadi pemicu atau penyebab terjadinya gangguan emosional dan psikologis pada korban atau orang yang selamat dari bencana. Sepertinya praktisi kejiwaan seperti psikolog dan psikiater disaster (bencana) memang diperlukan dalam rangka mengelola dan manajemen stres korban, pasien atau klien paska tragedi bencana di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-3571568513408917481?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/3571568513408917481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=3571568513408917481' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3571568513408917481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3571568513408917481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/reportase-singkat-psikiater-disaster-di.html' title='Reportase Singkat: Psikiater Disaster di Tragedi Tsunami Kecil Situ Gintung  Ciputat Tangerang Selatan Banten – Air Bah yang Menerjang Pemukiman Warga'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-340874247879810169</id><published>2009-03-25T20:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T20:57:38.955-07:00</updated><title type='text'>Resensi Film Jiwa: Confession of A Sophahalic – Refleksi Kejiwaan Seorang Wanita yang Menderita Gila Belanja</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Film ini terasa cukup menggelitik saya untuk ditulis kajian resensinya. Begitu banyak makna dan refleksi kejiwaan yang dapat dipetik dalam jalinan kisah dalam cerita film ini. Saat saya tulis resensinya, film Confession of A Sophaholic masih nangkring di jajaran bioskop ternama di Jakarta. Film ini mengisahkan tentang seorang wanita yang memiliki problem psikologis berupa kegilaan untuk terus berbelanja segala atribut fashion dan aksesoris untuk dilekatkan dalam penampilannya di pergaulan kota megapolitan. Dalam perspektif kejiwaan, Sophaholic adalah adanya sebuah permasalahan psikologis. Dimana terdapat dorongan yang kuat dari dalam diri untuk terus berbelanja kebutuhan pakaian dan aksesoris sehingga pribadi tersebut tidak bisa meredam keinginan untuk kegilaan berbelanjanya.&lt;br /&gt;Film ini sangat menarik dan layak dijadikan sebagai morning discussion cinema bagi mahasiswa/i perkuliahan di bidang kejiwaan fakultas psikologi atau kedokteran (kuliah psikiatri). Dalam film ini ada beberapa scene adegan yang menyajikan dinamika terapi kelompok dimana pesertanya adalah orang-orang yang menderita sophaholic. Dengan penuh perjuangan untuk meredam sophaholicnya, mereka saling memotivasi masing-masing agar tidak tergiur dan kembali jatuh kepada foya-foya menghamburkan uang untuk fashion &amp;amp; aksesoris. Sebuah scene menarik lainnya adalah adegan saat sesi konsultasi antara tokoh utama dalam film itu dengan seorang psikiater pada sebuah pertemuan psikoterapi. Percakapan yang tersaji dalam sesi konsultasi itu, saya kira sedikit banyak akan menginspirasi para praktisi konseling (misalnya psikolog dan psikiater) dalam melakukan manajemen terhadap klien nya yang menderita sophaholic dan mengetahui instrumen pertanyaan-pertanyaan apa yang dapat di nilai untuk mendiagnosa sophaholic.&lt;br /&gt;Film bagus yang saya kira sayang kalau dilewatkan begitu saja, karena melalui film tersebut kita sebagai praktisi kejiwaan dapat memahami dan mendapati gambaran ilustrasi kasus bagaimana beratnya problem psikologis dari seorang individu yang menderita sophaholic. Sungguh banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kisah film tersebut, apalagi cerita ini memang diangkat dari sebuah novel best seller di Amerika dengan judul yang sama pula. Oke, selamat menonton.    &lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-340874247879810169?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/340874247879810169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=340874247879810169' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/340874247879810169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/340874247879810169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/resensi-film-jiwa-confession-of.html' title='Resensi Film Jiwa: Confession of A Sophahalic – Refleksi Kejiwaan Seorang Wanita yang Menderita Gila Belanja'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-4992940039032070706</id><published>2009-03-25T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T20:53:28.383-07:00</updated><title type='text'>Resensi: Makalah Penyakit Hati (Qolbu) dan Psikiatri – Perspektif Kejiwaan dari Seorang Ahli Psikoanalisa Psikodinamik Prof. D. Bachtiar Lubis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada salah satu Acara Pertemuan Kesehatan Jiwa di Jakarta, ada sebuah makalah yang sangat berkesan bagi saya. Makalah tersebut berjudul ”Penyakit Hati (Qolbu) dan Psikiatri.” Makalah tersebut di tulis oleh Prof. D. Bachtiar Lubis, Guru Besar Psikiatri dan Ahli Psikoanalisa Psikodinamik Indonesia.&lt;br /&gt;Isi makalah tersebut banyak mengupas tentang pencarian akan suatu korelasi antara penyakit hati (qolbu) yang banyak didengungkan oleh para ahli agama dengan konsep psikiatri (ilmu jiwa &amp;amp; perilaku). Terdapat sebuah pernyataan yang menarik dalam makalah tersebut yang berbunyi: ”Jika hubungan dengan Tuhan melonggar, melemah ataupun retak, maka dapat timbul keadaan yang disebut penyakit qalbu, yang mempunyai manifestasi klinis dalam gejala-gejala psikis.&lt;br /&gt;Sebuah makalah yang mengandung banyak perspektif kejiwaan akan persoalan sakit dan agama. Isi yang terangkai dalam makalah tersebut diantaranya adalah: persoalan hati yang sehat &amp;amp; sakit, gejala penyakit qalbu dan perbedaannya dengan dengan sindrom gangguan jiwa psikiatris, persoalan penyakit moral, kesehatan jiwa, dan terakhir agama sebagai sumber moralitas atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Setelah saya membaca makalah beliau yang memang sarat dan penuh makna tersebut, memang terdapat suatu ketersambungan antara konsep sakit jiwa dalam pandangan agama dan kedokteran (psikiatri). Ketika membaca penuturan lugas dari makalah ini, saya seakan merasakan Atmosfir Sigmund Freud lekat di dalamnya. Kajian buku ini begitu kaya akan pembahasan ilmiah dan agama, tanpa meninggalkan esensinya beliau sebagai ahli psikoanalisa psikodinamik sejatinya. Membaca alur isi tulisan beliau, saya seperti kembali ke zaman masih jadi residen psikiatri dulu. Tulisan yang terangkai dalam makalah tersebut, rasanya boleh dan pantas saya sejajarkan dengan literatur kuno yang terkenal dari Sigmund Freud yang berjudul ”Interpretation of Dream” &amp;amp; ”Melancholia.”&lt;br /&gt;Terdapat sebuah pertanyaan yang mengelitik dalam kesimpulan akhir dari makalah tersebut: apakah keterlibatan religi dalam terapi kasus-kasus gangguan psikiatrik (qalbu maupun non qalbu) memang cukup bermakna kemanfaatannya. Sepertinya memang masih perlu kajian penelitian yang mendalam dan tidak hanya empirik dalam menemukan benang merah antara penyakit hati (qalbu) dan psikiatri, sehingga lahir bukti yang valid berdasarkan evidence base.&lt;br /&gt;Sepertinya, makalah tersebut sangat layak untuk dijadikan referensi bagi penulisan-penulisan kajian kritis tentang agama dan ilmu jiwa, karena pandangan psikiatri, psikologi, dan agama teramu menjadi satu dan terangkum secara multi disiplin.           &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Topik ini ibarat serpihan bab dari sebuah buku utama yang mungkin nantinya hadir dalam isi kupasan kejiwaan (psikiatri &amp;amp; psikologi) yang lebih banyak. Sebuah petikan tulisan dari buku master piece beliau atau menjadi textbook kelak. Sejujurnya harus saya akui, bahasa yang ditorehkan beliau dalam makalah agak berat sehingga saya harus berulang kali membacanya agar mengerti esensi yang ingin disampaikannya. Saya akan selalu menunggu tulisan-tulisan beliau yang lainnya. Terima kasih Prof D. Bachtiar Lubis, anda telah memberikan saya suatu penuntun agar mudah memahami teori-teori psikoanalisa dan psikodinamika yang memang nyata sulit dicerna. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-4992940039032070706?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/4992940039032070706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=4992940039032070706' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4992940039032070706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4992940039032070706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/resensi-makalah-penyakit-hati-qolbu-dan.html' title='Resensi: Makalah Penyakit Hati (Qolbu) dan Psikiatri – Perspektif Kejiwaan dari Seorang Ahli Psikoanalisa Psikodinamik Prof. D. Bachtiar Lubis'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-2556357511474158793</id><published>2009-03-25T07:56:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T07:58:46.907-07:00</updated><title type='text'>PDSKJI – Konas PDSKJI VI di Menado 2009</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hanya sekedar mengingatkan saja, satu lagi agenda rutin dari PDSKJI (Perkumpulan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa) yang sepertinya tidak boleh dilewatkan kehadirannya adalah Kongres Nasional PDSKJI ke VI. Acara tersebut akan berlangsung pada tanggal 2-4 November 2009 di Kota Menado, Sulawesi Utara. Tema yang di usung adalah “Revitalisasi Profesionalisme Psikiater (Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-2556357511474158793?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/2556357511474158793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=2556357511474158793' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/2556357511474158793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/2556357511474158793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/pdskji-konas-pdskji-vi-di-menado-2009.html' title='PDSKJI – Konas PDSKJI VI di Menado 2009'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-8153494473609293748</id><published>2009-03-25T07:53:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T07:55:37.322-07:00</updated><title type='text'>Info: Konferensi Nasional Akeswari I Jakarta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebagai pemberitahuan, pada tanggal 8 – 9 Mei 2009, bertempat di Hotel Sahid jaya  Jakarta akan dilangsungkan Konferensi Nasional Asosiasi Kesehatan Jiwa Anak &amp;amp; Remaja (Akeswari) yang Perdana (I). Tema konferensi nasional yang pertama ini adalah ”ADHD Throughout the Lifecourse – The Brain, the Facts and the Best Treatment.”&lt;br /&gt;Pemberitahuan akhirnya sudah disebarkan kepada para psikiater di Jakarta saat acara rapat anggota PDSKJI Cabang Jakarta di Mercure Ancol Hotel minggu lalu. Bagi anggota PDSKJI cabang lain (Non Jakarta) dapat mengecek di website dan blog acara Akeswari 2009 atau e-mail akeswari_2008@yahoo.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-8153494473609293748?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/8153494473609293748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=8153494473609293748' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/8153494473609293748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/8153494473609293748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/info-konferensi-nasional-akeswari-i.html' title='Info: Konferensi Nasional Akeswari I Jakarta'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-5327182498772809722</id><published>2009-03-25T07:50:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T07:53:02.276-07:00</updated><title type='text'>Buku: Setengah Gila Setengah Waras. Normalkah Aku? Kisah Nyata Seorang Penderita Penyakit Gangguan Syaraf &amp; Kelainan Jiwa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Buku ini dituturkan secara apa adanya oleh Amy S. Wilensky, seorang magister dalam bidang penulisan yang di diagnosa menderita Sindrom Tourette dan OCD (Gangguan Obsesif Kompulsif). Rangkaian kisah dalam buku ini tersaji dalam bentuk rentetan true story perihal kegigihan Amy dalam mengatasi gangguan syaraf &amp;amp; jiwa yang dideritanya. Cerita yang hadir mengalir lancar mulai dari pengalaman pertamanya merasakan gangguan pada syarafnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gangguan perilaku berulang yang terjadi pada dirinya juga menjadi hal yang tak kalah menariknya. Dengan kegigihan penuh, Amy berhasil melwati masa-masa tersulit dalam kehidupannya yang melelahkan. Sampai pertemuan dengan seorang psikolog klinis merubah hidupnya. Berkat bantuan sang psikolog, Amy dirujuk pada seorang psikiater yang kemudian menyelamatkan kondisi Sindrom Tourette dan gangguan obsesif kompulsifnya. Melalui suatu kombinasi terapi obat dan terapi perilaku dari seorang psikolog, akhirnya penderitaan Amy akan kondisi syaraf &amp;amp; jiwa dapat berkurang intensitasnya sehingga dirinya dapat melanjutkan fungsi sosialnya secara stabil. Sungguh perjuangan yang teramat berat sehingga pada akhirnya dia pun dapat menyelesaikan tulisan yang kini hadir dalam bentuk buku ke hadirat penikmat kisah nyata kejiwaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sela-sela pergulatan dirinya akan pikiran berulang obsesif kompulsif dan penderitaan Sindrom Tourette, Amy berhasil mengatasi kondisi tersebut dengan bantuan dukungan sosial dari berbagai pihak. Suatu kepantasan baginya untuk mendapatkan sebuah acungan jempolna banyak makna yang terkandung dalam ulasan tulisan Amy ini. True Story ini berfungsi ganda, yaitu sebagai pedoman dalam menyelami pola perilaku dan pikiran berulang seorang penderita Sindrom Tourette yang komorbid dengan gangguan obsesif kompulsif. Buku ini tidak hanya laksana sebuah case report, tetapi juga menyadarkan kita akan suatu jiwa keber-empati-an.&lt;br /&gt;Buku ini sangat saya sarankan untuk menjadi sumber bacaan bagi kalangan praktisi kejiwaan, baik itu psikolog maupun psikiater, karena banyak makna yang hadir tersaji dalam tulisan Amy ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-5327182498772809722?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/5327182498772809722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=5327182498772809722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5327182498772809722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5327182498772809722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/buku-setengah-gila-setengah-waras.html' title='Buku: Setengah Gila Setengah Waras. Normalkah Aku? Kisah Nyata Seorang Penderita Penyakit Gangguan Syaraf &amp; Kelainan Jiwa'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-5584604721138092566</id><published>2009-03-25T07:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T07:49:36.871-07:00</updated><title type='text'>Berita: Pemilihan Ketua PDSKJI Cabang Jakarta Periode 2009 – 2013</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bertempat di Mercure Ancol Hotel pada tanggal 14 Maret 2009 yang lalu telah berlangsung Acara Rapat Anggota PDSKJI Cabang Jakarta. Acara tersebut berlangsung cukup menarik, karena sebelum acara inti (laporan pertanggung jawaban pengurus PDSKJI Jakarta periode 2005 – 2009), diadakan sesi pendahuluan berupa Simposium Psikiatri denagn tema ”New Option for Schizophrenia – Maximazing Efficacy and Cost Therapy.” &lt;br /&gt;Dalam simposium tersebut, hadir beberapa pembicara yang membawakan judul makalah, diantaranya Management of Schizophrenia Ready for Recovery dan Sindrom Metabolik pada Penggunaan Obat-obat Anti Psikotik. Acara tersebut di isi pula oleh presentasi tim psikiater dari RSJ Soeharto Heerdjan tentang ilustrasi kasus kpasien skizofrenia yang di rawat di RSJ Grogol tersebut. Setelah itu, bergulir kepada acara puncak yaitu laporan pertanggung jawaban pengurus.&lt;br /&gt;Setelah acara pemaparan laporan pertanggung jawaban pengurus periode 2005 – 2009 oleh Ketua PDSKJI Cabang Jakarta yang lama, kemudian di lanjutkan dengan Pemilihan Ketua PDSKJI yang baru untuk kepengurusan 2009 – 2013. Selamat atas terpilihnya ketua yang baru, semoga dapat mengemban amanat yang diberikan dan mewujudkan pesan yang disampaikan salah satu anggota, bahwasannya komunikasi antar anggota PDSKJI dan kepengurusan harus lebih dioptimalkan dalam bentuk yang lebih baik, misalnya website yang harus terus di up date informasinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di samping itu, tersedianya media untuk saling bertukar pikiran atau berdiskusi yang bentuknya dapat berupa forum di internet/ website PDSKJI atau adanya agenda rutin pertemuan PDSKJI Cabang Jakarta. Dengan harapan, hubungan antara anggota dan pengurus dapat lebih harmonis dan terwujud iklim diskusi yang lancar dan baik. Sampai jumpa di Konas PDSKJI VI di Menado, Sulawesi Utara yang akan memilih Ketua Umum PDSKJI mendatang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-5584604721138092566?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/5584604721138092566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=5584604721138092566' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5584604721138092566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5584604721138092566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/berita-pemilihan-ketua-pdskji-cabang.html' title='Berita: Pemilihan Ketua PDSKJI Cabang Jakarta Periode 2009 – 2013'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-3343399552873654488</id><published>2009-03-25T07:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T07:46:42.268-07:00</updated><title type='text'>Buku: Daddy@work – Penuntun Praktis Menjadi Superdad</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebagai ayah, laki-laki mempunyai 2 peranan yang seakan teramu sebagai dua dalam satu (two in one). Buku ini ditulis oleh Robert Wolgemuth yang berisikan beberapa tips bagi seorang laki-laki bagaimana menjadi ayah yang mengasihi keluarga dan pekerjaan. Alur tulisan yang tersaji seakan menjadi air penyejuk dahaga di kerongkongan para Kaum Adam yang berstatus sebagai ayah di Kota Metropolitan dengan segala rutinitas dan problematika kehidupannya.&lt;br /&gt;Denyut nadi kehidupan ganda kaum urban perkotaan memang tak kan pernah berhenti dihinggapi oleh yang namanya stresor psikososial. Buku ini seolah menjadi pedoman agar seorang ayah di kota besar dapat menjalani peranan secara maksimal, baik di pekerjaan maupun di rumah dengan saling menyatu padankan keduanya tanpa terlihat hal yang satu lebih diutamakan dari yang lainnya. Dalam arti dapat memanajemen kehidupannya secara sinergis terhadap segala tuntutan.&lt;br /&gt;Banyak isian yang menarik dalam buku ini, seperti cara berkomunikasi, membentuk suatu jalinan yang baik antara ayah-anak, dan bercengkraman dengan anak lewat canda-tawa. Peran ayah di rumah dan peran bos di perusahaan adalah suatu tuntutan pekerjaan yang harus diselaraskan keduanya dalam gelanggang yang berbeda. Buku ini mengandung model ketrampilan dengan prinsip sederhana tentang perilaku ayah dalam keluarga dan pekerjaan sehingga mudah dicerna pemahamannya oleh pelbagai indidvidu. Pada dasarnya seorang pria bisa menjadi pribadi yang sama walaupun dalam dunia yang berbeda (rumah &amp;amp; kantor). Buku ini saya kira cukup pantas untuk direkomendasikan menjadi panduan praktis seorang ayah untuk menjadi pria superdad.   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-3343399552873654488?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/3343399552873654488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=3343399552873654488' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3343399552873654488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3343399552873654488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/buku-daddywork-penuntun-praktis-menjadi.html' title='Buku: Daddy@work – Penuntun Praktis Menjadi Superdad'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-187759007414806774</id><published>2009-03-25T07:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T07:43:55.334-07:00</updated><title type='text'>Ulasan: Seminar Psikologi Medis - Pelayanan Psikologis dalam Seting Medis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada tanggal 26 Februari 2009, saya diundang mewakili Fakultas Kedokteran &amp;amp; Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta untuk menghadiri Acara Seminar Psikologi Medis di Fakultas Psikologi Universitas Yarsi. Pada acara yang bertema Pelayanan Psikologis dalam Seting Medis tersebut, diundang 2 pakar dalam bidang psikologi. Pembicara pertama adalah Prof. Jan Passchier, PhD dari Erasmus Medical Centrum, Netherland yang membawakan makalah tentang Peran Psikolog dalam Penanganan Pasien di Rumah Sakit. Sesi presentasi kemudian dilanjutkan dengan sharing pengalaman dari seorang psikolog di RS Kanker Dharmais tentang pengelolaan pasien kanker secara psikologis. Acara berlangsung cukup seru karena banyaknya pertanyaan dari peserta. Salah satu pertanyaan menarik yang muncul di acara itu adalah ”Bagaimana manajemen penatalaksanaan dari Kejadian Kesurupan Massal (Trance) yang acapkali dan marak terjadi di Indonesia belakangan ini.”&lt;br /&gt;Dalam acara tersebut dilakukan pula perkenalan tentang Program Psikologi Universitas Yarsi yang usianya memang masih tergolong muda di Universitas Yarsi, yaitu berdiri sejak 2 tahun yang lalu. Pemaparan disampaikan oleh Prof. DR. Sawitri S. Sadarjoen, Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Yarsi Jakarta. Hal yang dapat dipetik dari acara tersebut, bahwasannya peran psikolog sangat diperlukan dalam manajemen komprehensif pasien di rumah sakit. Upayanya berintegrasi dengan praktisi di bidang medis, berupa konseling, pendampingan atau pemberian support bagi penenangan dan pemulihan kondisi psikologis pasien. Tetapi, seyogyanya psikolog yang terjun di dunia kedokteran atau dalam seting medis tersebut adalah seorang psikolog klinis. Artinya profesi psikolog yang memang sudah mendapat brevet S2 sebagai psikolog klinis (sub spesialistik keahlian dalam bidang penanganan problem-problem klinis). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-187759007414806774?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/187759007414806774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=187759007414806774' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/187759007414806774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/187759007414806774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/ulasan-seminar-psikologi-medis.html' title='Ulasan: Seminar Psikologi Medis - Pelayanan Psikologis dalam Seting Medis'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-5025029190723943778</id><published>2009-03-25T07:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T07:41:46.934-07:00</updated><title type='text'>Talkshow di sekolah: Simposium Mini Gangguan Autisme dan Hiperaktif pada Anak Usia Balita &amp; Sekolah serta Penatalaksanaannya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah acara seru di Aula Yayasan Pendidikan Mandalahayu Bekasi Timur. Pada tanggal 28 Februari 2009, saya di undang sebagai narasumber pada Simposium Mini “Gangguan Autisme dan Hiperaktif pada Anak Usia Balita &amp;amp; Sekolah serta Penatalaksanaannya.” Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Pendidikan Mandalahayu dan Klinik Babussalam Bekasi Timur, dengan mengundang pula narasumber lain dari praktisi pendidikan.&lt;br /&gt;Acara tersebut berlangsung meriah dengan diselingi beberapa pentas hiburan kesenian mulai dari yang tradisional (angklung) sampai modern dance. Keseluruhan acara merupakan peran serta dan sumbangan seni dari murid-murid di lingkup Sekolah Mandalahayu. Selain orangtua murid TK/ SD, hadar pula orangtua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus (autisme &amp;amp; hiperaktif) di lingkungan Kecamatan Bekasi Timur. Peserta lain, ada yang datang sebagai perwakilan dari guru TK dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau orangtua yang berasal dari daerah Tambun dan Cibitung.&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan yang disampaikan kepada saya dari kalangan orangtua, yaitu seputar masalah dan cara mengetahui tanda-tanda anak berkebutuhan khusus. Ternyata tema yang disajikan ini menarik dan antusiasme orangtua cukup tinggi tentang autisme dan hiperaktif. Dengan slogan “Go Green For Better Health,” ternyata acara ini berhasil mencapai target sasaran dan manfaat akan edukasi kesehatan. Melihat animo yang begitu besar dari masyarakat akan meningkatkan fenomena jumlah anak spesial ini, maka banyak orangtua yang merasa perlu untuk membekali diri mereka akan informasi tersebut. Acara ini seakan cukup menjawab kehausan orangtua akan pengetahuan tentang anak autismo dan hiperaktif.      &lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-5025029190723943778?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/5025029190723943778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=5025029190723943778' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5025029190723943778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5025029190723943778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/talkshow-di-sekolah-simposium-mini.html' title='Talkshow di sekolah: Simposium Mini Gangguan Autisme dan Hiperaktif pada Anak Usia Balita &amp; Sekolah serta Penatalaksanaannya'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-8642514954007635759</id><published>2009-03-25T07:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T07:36:22.594-07:00</updated><title type='text'>Workshop: Pelatihan Mini Stress Management “Mensana in Corpore Sano”</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bertempat di Ruang A PSPD Fakultas Kedokteran &amp;amp; Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Ciputata Jakarta, pada tanggal 24 Januari 2009, saya di undang oleh SCOME CIMSA (Center for Indonesian Medical Students’ Activities) UINSH untuk menjadi pembicara dalam Acara Workshop: Pelatihan Mini Stress Management “Mensana in Corpore Sano.” Peserta yang hadir kurang lebih 30 orang yang merupakan perwakilan dari mahasiswa/i ankatan 2006 – 2008 PSPD (Program Studi Pendidikan Dokter) FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.&lt;br /&gt;Acara tersebut berisikan 2 pertemuan, yaitu sesi 1 dan ke 2. Sesi pertama berupa presentasi amteri yang saya bawakan dengan topik manajemen stres &amp;amp; konseling pada mahasiswa kedokteran serta aplikasinya (psikoterapi kelompok dan teknik relakasasi sederhana). Peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya tentang makalah yang disampaikan tersebut.&lt;br /&gt;Sesi kedua di adakan dalam bentuk praktek dan penerapan teknik materi. Terapi kelompok (group therapy) dilakukan dalam suasana semua peserta duduk berhadapan secara melingkar dengan di pimpin oleh seorang ketua yang telah di pilih bersama dan saya selaku fasilitator yang mengamati dinamika yang terjadi dalam kelompok saat diskusi terapi sedang berjalan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan praktek teknik relaksasi yang di pimpin oleh saya selaku instruktur dengan menggunakan cara atau metode PMR (Progressive Muscle Relaxation) secara sederhana yang di dampingi oleh alunan musik dari CD yang membuat relaks.&lt;br /&gt;Pelatihan mini ini sedikit banyak telah memberikan sebuah pemahaman bagi mahasiswa/i kedokteran yang dapat dikatakan memiliki tingkat stresor psikososial yang relatif besar. Tujuan kegiatan ini adalah melatih mahasiswa untuk dapat mengatasi dan merespon stres sehingga dapat lebih baik dalam memanajemen kehidupan, khususnya belajar. Karena mahasiswa merupakan kalangan yang rentan terhadap stres terkait kegiatan sehari-harinya yang padat seperti kesibukan perkuliahan dan belajar yang menjadi beban yang menekan di pikiran atau sebagai pemicu stres.&lt;br /&gt;Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa/i kedokteran dapat mempraktekkan terapi kelompok dan teknik relaksasi sederhana yang telah diajarkan tersebut dalam manajemen stres. Dalam arti, dapat dipakai sebagai obat atau pengelola stres yang mungkin di alami selama masa-masa pendidikan kedokteran.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-8642514954007635759?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/8642514954007635759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=8642514954007635759' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/8642514954007635759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/8642514954007635759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/workshop-pelatihan-mini-stress.html' title='Workshop: Pelatihan Mini Stress Management “Mensana in Corpore Sano”'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-7792673817284978082</id><published>2009-03-25T07:33:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T07:34:02.018-07:00</updated><title type='text'>Buku: Dangerous Relationships - Pedoman Deteksi Dini KDRT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Buku ini ditulis oleh Noelle Nelson, PhD, seorang psikolog klinis yang mengulas tentang bagaimana mengenali dan merespon sejak dini gejala-gejala Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Domestic Violence). Kehadiran buku ini menjadi penting, karena berdasarkan suatu penelitian ternyata sebagian besar wanita tidak paham tentang apa dan bagaimanakah yang dikatakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu. Wanita seringkali tidak menyadari sebelumnya bahwasannya mungkin perlakuan yang pernah diterimanya dari sang suami itu sebenarnya adalah bentuk dari tindakan KDRT, tetapi mereka tidak menyadarinya.   &lt;br /&gt;Pembahasan menyeluruh tentang KDRT terangkum semua dalam buku ini, sehingga buku ini seakan menjadi pedoman dan acuan kaum wanita dalam mengetahui KDRT sebelum dirinya menjadi korban. Berisikan antara lain: tanda-tanda KDRT sebagai peringatan dini agar terhindar dari perlakuan tersebut. Selain itu, buku ini juga dapat menjadi obat penyembuh bagi para wanita yang pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan dalam bentuk KDRT.&lt;br /&gt;Buku ini menarik, karena kajian-kajian yang dituliskan berdasar pada pengalaman-pengalaman penulis mengatasi pasien-pasien wanita yang mengalami KDRT. Saya sangat merekomendasikan buku ini sebagai salah satu sumber bacaan bagi wanita yang pernah menjadi korban KDRT atau praktisi yang berkecimpung dalam problem kejiwaan (psikiatrik) terkait KDRT dan kewanitaan, baik itu psikolog klinis, sosiolog, dokter umum, ataupun psikiater.&lt;br /&gt;Salah satu buku wajib yang harus menjadi bagian dari koleksi perpustakaan kecil rumah anda, karena buku ini ibarat peeta dan mapping yang berharga untuk pengelolaan korban KDRT. Terdapat 2 hal penting yang terangkai dalam buku ini, yaitu menyembuhkan kekerasan yang terlanjur terjadi dan mencegah KDRT sejak dari awal.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-7792673817284978082?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/7792673817284978082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=7792673817284978082' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/7792673817284978082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/7792673817284978082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/buku-dangerous-relationships-pedoman.html' title='Buku: Dangerous Relationships - Pedoman Deteksi Dini KDRT'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-3530201102682530881</id><published>2009-03-25T07:29:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T07:31:51.432-07:00</updated><title type='text'>Liputan: Kongres Nasional Asosiasi Psikogeriatri Indonesia (API) ke 3 – Penatalaksanaan Lansia yang Bersifat Multi Dimensi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Asosiasi Psikogeriatri Indonesia (API) adalah suatu perkumpulan para praktisi dari berbagai disiplin ilmu yang berminat pada persoalan lanjut usia dan pelayanan serta penatalaksanaannya. Pada tanggal 2-4 Agustus 2008, API mengadakan kongres nasional untuk yang ke 3 dengan tema “Peaceful Mind for the Elderly.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kongres Nasional (Konas) API yang tela menjadi sebuah agenda 2 tahunan ini menjadi wadah yang penting dalam menghadirkan isu-isu terkini ataupun inovasi baru dalam persoalan lansia dalam berbagai aspek, demi terciptanya masyarakat sejahtera di usia lanjut. Pada konas yang ke 3 ini banyak hadir para pakar geriatri baik dari dalam maupun luar negeri untuk membawakan makalah yang ter-up to date mengenai problem lansia dan upaya pengelolaannya.&lt;br /&gt;Sebuah moment penting dan sepertinya kegiatan ini perlu mendapat perhatian untuk dimasukkan sebagai jadwal acara rutin bagi praktisi kejiwaan, mulai dari sosiolog, psikolog, dokter umum, dan dokter spesialis, khususnya psikiater (ahli jiwa), internist (ahli penyakit dalam), dan neurolog (ahli syaraf). Sampai jumpa lagi di Konas API mendatang.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-3530201102682530881?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/3530201102682530881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=3530201102682530881' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3530201102682530881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3530201102682530881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/liputan-kongres-nasional-asosiasi.html' title='Liputan: Kongres Nasional Asosiasi Psikogeriatri Indonesia (API) ke 3 – Penatalaksanaan Lansia yang Bersifat Multi Dimensi'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-1717648305619889208</id><published>2009-03-18T06:14:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T06:21:08.338-07:00</updated><title type='text'>RSJ Siap Menampung Caleg yang Stres</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di halaman depan (head line news) salah satu koran terbitan ibukota hari ini saya mendapati tajuk berita yang cukup menarik, bunyi judul beritanya dalah “RSJ Siap Menampung Caleg yang Stres.” Setelah saya baca lebih seksama isi beritanya adalah sebuah kutipan dari perkataan Direktur RSJ Lampung dr. Lilik S yang mengatakan bahwa RSJ Lampung telah siap menerima para caleg yang kemungkinan akan stress apabila ternyata dirinya tidak terpilih sebagai anggota legislatif hasil pemilihan umum april mendatang.&lt;br /&gt;Senada dengan tajuk berita tersebut, persis satu hari yang lalu saya juga membaca berita di salah satu koran terbitan ibukota lainnya dengan bunyi judul berita adalah pasien RSJ akan bertambah pasca pemilihan umum Bulan April mendatang. Di prediksi yang akan menjadi pemicu atau stressor psikososialnya adalah kegagalan menjadi caleg akibat kekalahan suara dalam pemilihan.&lt;br /&gt;Hal tersebut diatas memang menjadi perhatian yang menarik akhir-akhir ini, karena para caleg yang sekarang sedang ramai berkampanye ini memiliki faktor kerentanan yang besar. Para caleg tersebut telah menggelontorkan dana yang tidaklah sedikit untuk menggapai ambisinya duduk sebagai anggota legislatif.&lt;br /&gt;Kejadian ini layak diperhitungkan mengingat pernah ada sebuah berita koran yang menyajikan tentang seorang calon bupati mengalami stress berat karena gagal menjadi pemenang dalam pemilihan bupati di salah satu kota di Jawa. Calon tersebut telah mengeluarkan dana yang tidak bisa dibilang sedikit, tetapi akhirnya harus menerima kekalahan suara. Karena tidak kuat menanggung beban stressor yang maha berat tersebut akhirnya calon bupati tersebut harus di rawat di RSJ dengan kondisi stress berat.&lt;br /&gt;Mengingat hal tersebut diatas, mejadi suatu hal yang dilematis. Di saat beberapa RSJ daerah berbondong-bondong untuk melegalisasikan status mereka menjadi RSU, ternyata keberadaan RSJ sendiri masih diharapkan dan dinantikan perannya dalam mengelola lonjakan pasien gangguan jiwa yang diprediksi akan meningkat pada tahun 2009 ini. Apalagi ditambah dengan suhu yang makin memanas dan hinggar bingar pesta pemilihan umum, akan menghadirkan lebih banyak lagi orang yang stress (misalnya gagal jadi anggota legislatif atau kondisi lain yang diperparah oleh hiruk pikuk pemilihan umum). Pernyataan dari seorang pakar sosial di ibukota menyatakan bahwa tahun 2009 sebagai tahun stress (sumber dari sebuah berita koran teremuka ibukota).&lt;br /&gt;Pasien gangguan jiwa adalah suatu keniscayaan yang gejalanya timbul atau di picu oleh beragam permasalahan psikososial mulai dari soal ekonomi sampai kepada stressor gagal jadi caleg yang nanti sepertinya bakal ramai. Di satu sisi pasien jiwa diprediksi akan meningkat, tetapi di sisi lain para RSJ sendiri justru berlomba-lomba untuk berganti identitas menjadi RSU. Melihat hal tersebut, seyogyanya kita harus arif dan bijaksana dalam memandang perubahan status beberapa RSJ ini.&lt;br /&gt;Di kala beberapa RSJ telah bermuka RSU, sepertinya pertambahan pasien gangguan jiwa yang terus meningkat harus tetap difasilitasi dengan kehadiran rumah sakit penampungnya yaitu RSJ. Apalagi tahun ini, begitu banyak problem sosial yang terjadi akibat krisis global ekonomi yang melanda seluruh negara di dunia. Apapun nama yang dilekatkan oleh beberapa mantan RSJ yang mengusung identitas atau atribut baru tersebut, pada prinsipnya tetaplah tidak bisa melupakan atau bahkan melepaskan kaitan fungsi kitahnya, yaitu sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dengan gangguan jiwa.&lt;br /&gt;Walaupun dengan segenap nama atau label baru, pelayanannya tetap harus menomorsatukan pasien dengan gangguan jiwa sebagai produk unggulan atau tujuan utamanya. Sungguh sayang beribu sayang, apabila hanya karena ambisi finansial belaka dari pemilik barunya, sebuah RSJ yang sebenarnya telah eksis sejak lama harus meninggalkan bahkan membuang pelayanan dan perawatan psikiatrinya. Dengan mengusung dalil paradigma baru sebuah RSU, tim manajemen baru sampai begitu tega membuang keunggulan utamanya yang dulu terkenal sebagai RSJ. Semoga para psikiater yang nantinya menjadi direktur di RSJ dapat dengan bijaksana menyikapi atau mengemas kerajaannya (RSJ) melalui pelayanan unggulan psikiatrik dengan modifikasi yang berintegrasi dengan pelayanan non psikiatrik. Dalam arti lain tetap mempertahankan atau kembali pada kitahnya melalui variasi kemasan yang menarik sehingga segala kalangan pasien (baik psikotik maupun non psikotik) dapat hinggap atau datang untuk periksa dan berobat. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-1717648305619889208?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/1717648305619889208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=1717648305619889208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/1717648305619889208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/1717648305619889208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2009/03/rsj-siap-menampung-caleg-yang-stres.html' title='RSJ Siap Menampung Caleg yang Stres'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-3442082507504326390</id><published>2008-09-03T19:20:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T19:27:58.135-07:00</updated><title type='text'>Buku: My journey through Postpartum Depression – Bukan Sekedar Baby Blues Semata?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah buku yang ditulis dengan penuturan lugas dan jujur dalam bahasa awam oleh seorang Aktris Hollywood bernama Brooke Shields. Buku ini menceritakan tentang perjuangan dirinya ketika dihinggapi oleh gangguan depresi paska persalinan. Pergulatan dirinya ketika melawan deraan depresi yang parah dan bukan sekadar kondisi baby blues semata. Dalam penuturannya, ketika kondisi tersebut, Brooke tidak dapat mencintai putri kecil yang baru dilahirkan olehnya. Padahal dalam bayangan sebelumnya dia justru sangat mengimpikan dan mengharapkan kehadiran bayi perempuannya itu. Tetapi yang terjadi setelah proses kelahiran bayinya, justru sesuatu yang bertolak belakang.&lt;br /&gt;Dalam buku ini juga dipaparkan sekelumit perjuangan Brooke Shields dalam upaya bertahan hidup menghadapi serangan depresi paska persalinan yang hampir saja menghancurkan dirinya. Ulasan kisah nyata sang bintang melawan depresi paska melahirkan ini seakan menghadirkan suatu pelajaran berharga bahwasannya dukungan sosial dari keluarga sangat berperan besar bagi kesembuhan kondisi postpartum depression disorder. Dalam buku ini, Brooke Shileds berhasil membagi pengalamannya terhadap penanganan kasus yang sering terabaikan dan tersembunyi ini (depresi terselubung - masked depression). Pengalaman ini bisa menjadi suatu pelajaran yang berharga sekali bagi para ibu dalam menghadapi permasalahan psikis setelah melahirkan anak. Dalam buku tersebut juga disajikan sedikit pembahasan mengenai depresi paska persalinan oleh seorang guru besar psikolog.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-3442082507504326390?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/3442082507504326390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=3442082507504326390' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3442082507504326390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3442082507504326390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2008/09/buku-my-journey-through-postpartum.html' title='Buku: My journey through Postpartum Depression – Bukan Sekedar Baby Blues Semata?'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-6271723858470169898</id><published>2008-07-19T05:28:00.000-07:00</published><updated>2008-07-19T05:31:05.560-07:00</updated><title type='text'>Buku : An Inspiring True Story of Hee Ah Lee – The Four Fingered Pianist</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah buku bagus yang ditulis oleh Kurnia Effendi, menyuguhkan suatu perjalanan cerita mengenai kisah nyata seorang anak perempuan korea bernama Hee Ah Lee  yang terlahir dengan keterbatasan fisik yaitu cacat tubuh anggota gerak dan retardasi mental ringan.  Hee Ah Lee lahir dengan hanya memiliki 2 jari pada kedua tangannya dan tidak memiliki kedua kaki.  Keadaan tersebut justru kemudian membawanya pada sebuah kesuksesan sebagai pemain piano terkenal. Semua itu tidak dapat dilepaskan dari peran serta ibu kandungnya yang seorang perawat dan tanpa henti-hentinya memberikan dukungan sosial bagi perkembangan tumbuh kembang dan mental kejiwaan Hee Ah Lee sampai akhirnya meraih impiannya itu. Sejujurnya, walaupun terlahir dengan segala kekurangan, Hee Ah Lee pada dasarnya adalah seorang pribadi yang histrionik (suka tampil dan senang apabila mendapat pujian dari khalayak ramai berkat mempertunjukkan kemampuannya). Padahal,  awalnya bermain piano hanya dipakai sebagai upaya terapi yang diberikan bagi Hee Ah Lee untuk melatih gerakan motorik kasarnya. Tetapi ternyata hasilnya justru menjadi begitu luar biasa. Hee Ah Lee menjadi sangat menikmati keterampilan bermain pianonya itu dan dengan penuh perjuangan akhirnya berhasil menghafal not-not musik klasik yang terangkai dalam permainan alunan pianonya. Bisa dibayangkan, Hee Ah Lee membutuhkan waktu hampir 1 tahun untuk dapat memainkan 1 jenis lagu alunan musik klasik. Suatu perjuangan yang tak kenal lelah dari seorang dengan keterbatasan fisik. Saya perlu memberikan “tepuk tangan dengan berdiri” untuk segala upayanya itu. Buku ini dilengkapi pula dengan bonus VCD mengenai video konser pianonya yang sungguh sangat menyentuh hati apabila kita mendengarkan permainan musik klasik yang dibawakan Hee Ah Lee dan beberapa tambahan foto mulai dari masa kecil sampai menjadi sekarang ini. Sebagai tambahan, Hee Ah Lee juga pernah diundang dalam dalam acara “Kick Andy” di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia dan pada saat itupun dirinya menunjukkan keahlian permainan pianonya. Sebagai catatan juga, ternyata ibu kandungnya selalu menyempatkan diri untuk mendampingi Hee Ah Lee dalam setiap konsernya (berada di belakang atau pinggir panggung) dengan tidak lupa berdoa demi kesuksesan aksi panggung anaknya itu.  It’s amazing… kalau pada waktu itu anda sempat menontonnya. Setelah membaca buku dan menonton VCD tentang Hee Ah Lee ini, saya berkesimpulan bahwa pada dasarnya setiap anak itu terlahir dengan suatu kemampuan tersendiri dan tinggal bagaimana orang tuanya itu menemukan dan memoles kemampuan tersebut menjadi suatu yang membanggakan. Suatu kontribusi dukungan sosial yang besar dari orang tua ternyata telah berhasil menemukan mutiara terpendam pada seorang anak yang sebelumnya dipandang sebelah mata. Suatu hal yang sangat menyentuh jiwa adalah pada hari-hari terakhir ayahnya meninggal, ternyata beliau masih sempat menyaksikan Hee Ah Lee mempertunjukkan kemampuan pianonya di atas panggung (suatu hal yang membanggakan). Buku yang menurut saya sangat rugi apabila kita melewatkannya begitu saja… dan selamat membaca!   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-6271723858470169898?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/6271723858470169898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=6271723858470169898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/6271723858470169898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/6271723858470169898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2008/07/buku-inspiring-true-story-of-hee-ah-lee.html' title='Buku : An Inspiring True Story of Hee Ah Lee – The Four Fingered Pianist'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-2147221863619806123</id><published>2008-01-10T22:19:00.000-08:00</published><updated>2008-01-10T22:33:30.736-08:00</updated><title type='text'>Tips Mengelola Stress</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;br /&gt;1. jangan terlalu keras pada diri sendiri dan mencoba berusaha berdamai dengan diri sendiri)&lt;br /&gt;2. merespon stres dengan suatu pemikiran yang positif sehingga timbul kenyamanan emosional.&lt;br /&gt;3, mengalihkan kepada aktivitas yang positif dan disesuaikan dengan hobby (kesukaan/ minat), seperti berkebun, olahraga atau yang mendatangkan kreativitas dan rasa rileks.&lt;br /&gt;4. terapi tertawa, dengan menyelipkan bersama keluarga atau teman humor atau lelucon dalam setiap aktivitas sehari-hari.&lt;br /&gt;5. memperbaiki hubungan interpersonal dan socialize (pertemanan dan kekerabatan) sehingga 6. memperoleh dukungan social yang tinggi.bersikap asertif, yaitu mengkomunikasikan setiap permasalahan yang muncul untuk diselesaikan dengan orang yang bersangkutan melalui statu percakapan yang tidak emosional,&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-2147221863619806123?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/2147221863619806123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=2147221863619806123' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/2147221863619806123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/2147221863619806123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2008/01/tips-mengelola-stress.html' title='Tips Mengelola Stress'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-3376345248261299866</id><published>2008-01-08T23:01:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T23:03:24.992-08:00</updated><title type='text'>Disfungsi Seksual akibat Penyalahgunaan Narkoba</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Para pencandu narkotika seringkali mempunyai anggapan yang keliru terhadap efek dari narkoba terhadap kenikmatan seks. Mereka masih menganggap bahwa zat narkotika yang dikonsumsi saat berhubungan seksual dengan pasangan dapat menghadirkan suatu sensasi seks yang berbeda dan sangat istimewa. Dalam hal ini berupa kemampuan senggama yang lebih lama, pemuasan seks yang dasyat bagi pasangan dan kenikmatan yang lebih tinggi. Anggapan yang keliru tersebut, sebenarnya muncul melalui pengaruh dari beberapa zat narkotika yang ketika digunakan memang dapat menyebabkan suatu perasaan euforia (kegembiraan) dan peningkatan kepercayaan diri serta mood dari si pemakai. Sehingga, kemudian mereka seperti menemukan suatu alat bantu yang cocok dalam meningkatkan kemampuan seksualnya dalam bentuk perasaan perkasa akibat keyakinan diri yang membumbung tinggi melalui pengaruh zat narkotika tersebut.&lt;br/&gt; Zat narkotika selain mengakibatkan suatu gangguan pada kondisi fisik, ternyata juga dapat menyebabkan suatu penurunan pada libido (hasrat) dan bangkitan (nafsu) seksual apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Pada kaum pria, paparan zat narkotika yang berlangsung lama dapat menyebabkan suatu permasalahan disfungsi seksual berupa gangguan kemampuan ereksi, orgasme dan ejakulasi. Berdasarkan penelitian di negara Barat, disfungsi seksual dapat di induksi oleh penggunaan alkohol atau zat seperti amfetamin (extasy), kokain, opioid (heroin), hipnotik-sedatif dan ansiolitik (benzodiazepine). Permasalahan disfungsi seksual tersebut dapat terjadi pada waktu sebulan setelah mengalami intoksikasi zat atau ketagihan zat narkotika melalui pengaruh stres yang dialami pemakainya. Penyalahgunaan zat hipnotik-sedatif, opiat dan opioid (heroin) secara jelas dapat menurunkan nafsu seksual berupa kegagalan ereksi dan penurunan libido. Alkohol, kokain dan amfetamin pada awalnya memang membuat pemakainya mengalami peningkatan energi sehingga dapat menjadi sangat aktif secara seksual. Tetapi kemudian malah timbul disfungsi seksual berupa kehilangan nafsu seksual dan ereksi. &lt;br/&gt;  Pada pria, efek jahat narkotika ini meliputi suatu penurunan keinginan seksual, kegagalan ereksi (impotensi), penurunan volume ejakulasi, atau ejakulasi terlambat. Efek narkoba tersebut ternyata tidak hanya menimpa kaum pria saja, tetapi kaum wanita dapat pula mengalami suatu permasalahan disfungsi seksual akibat penyalahgunaan narkotika, yaitu berupa penurunan keinginan seksual, penurunan lubrikasi (lendir) vagina, orgasme yang terhambat atau terlambat, dan penurunan atau tidak adanya kontraksi otot vagina. Selain itu, ternyata alkohol dan cannabis (ganja) juga dapat menurunkan jumlah testosteron pada pria sehingga hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kualitas sperma yang diproduksi.&lt;br/&gt;  Bagi para pecandu narkotika yang ingin sembuh dari permasalahan disfungsi seksual tersebut, diperlukan suatu penyesuaian psikologis berupa sikap dan usaha agar tidak lagi berada di bawah bayang-bayang pengaruh obat-obatan narkoba diatas. Keterampilan sosial agar terbebas dari narkoba biasanya diperoleh melalui suatu bentuk terapi kelompok bantuan diri yang anggotanya adalah para eks pecandu atau junkies yang telah memiliki kesadaran penuh untuk sembuh dengan saling memberikan motivasi. &lt;br/&gt;Begitu dasyatnya efek narkoba terhadap fungsi seksual pria dan wanita ini, masihkah kita berpikir dua kali untuk memutuskan sikap menjauhkan diri pribadi dari jerat barang-barang jahanam tersebut?&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-3376345248261299866?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/3376345248261299866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=3376345248261299866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3376345248261299866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3376345248261299866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2008/01/disfungsi-seksual-akibat-penyalahgunaan.html' title='Disfungsi Seksual akibat Penyalahgunaan Narkoba'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-5875772962784322851</id><published>2007-12-03T23:54:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T23:58:54.942-08:00</updated><title type='text'>Pria Metroseksual dan Kepribadian Narsisistik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pria metroseksual adalah sekelompok pria yang punya perhatian lebih terhadap citra dan penampilan dirinya, mulai perawatan tubuh di salon dan spa centre dari rambut ke ujung kaki sampai kepada atribut yang menempel di badan (fashion dan atribut tampil maskulin). Disamping memiliki aktivitas rutin memanjakan diri ke gym untuk fitness demi body yang six pack. Kehadiran golongan pria pesolek ini sejalan dengan perkembangan zaman yang kini terasa makin abu-abu (grey area), terkait gaya hidup kosmopolitan di kota-kota besar. Urusan penampilan fashionable yang dahulu kala hanyalah mainan kaum wanita bahkan tabu bagi pria, kini malah hinggap pada kaum pria. Aroma wangi semerbak dari kelompok ini justru telah menghilangkan aroma keringat dan bau pheromon yang seyogyanya menjadi kekuatan seksual utama pria dalam memikat kaum wanita. Mereka juga tidak malu dan segan membawa tas make-up atau menyambangi klinik kecantikan dengan merogok kocek yang mahal demi melakukan liposuction (sedot lemak), botox, pijat refleksi, facial, scrub (luluran), pedicure, manicure, body massage dan thermage (pengencangan kulit wajah dan leher) untuk memperoleh penampilan menarik dan menawan. Trend pria metroseksual sekarang ini melahirkan suatu pertanyaan besar, apakah pria-pria masa kini memang cenderung lebih adrogini (centil) atau perubahan sosial dan budaya hedonis menjadi pencetus naluri ”narsis (cinta diri)” pada kaum pria yang dasarnya memiliki kecenderungan kepribadian narsisistik?... Asal jangan seperti Narcismus, seorang pria dalam Legenda Yunani yang karena begitu cinta akan ketampanan bayangan wajahnya didalam air sampai akhirnya malah mati terjerumus ke dalam air kali tempat dimana dia selalu bercermin. Kajian yang menarik untuk diteliti kaitan antata kepribadian narsisistik dengan fenomena pria netroseksual?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-5875772962784322851?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/5875772962784322851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=5875772962784322851' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5875772962784322851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5875772962784322851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/pria-metroseksual-dan-kepribadian.html' title='Pria Metroseksual dan Kepribadian Narsisistik'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-373227232680439329</id><published>2007-12-03T23:10:00.001-08:00</published><updated>2007-12-03T23:10:41.978-08:00</updated><title type='text'>Penyebab Tukak Lambung Bukan Karena Stress</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;2 peneliti dari australia berhasil membuktikan bahwa penyebab tukak lambung adalah sejenis bakteri yang dinamakan H. Pylori dan menghantarkan mereka untuk menjadi pemenang nobel kedokteran. Penemuan tersebut kemudian mementahkan asumsi yang lama berkembang di dunia kedokteran bahwasannya tukak lambung diakibatkan karena peningkatan asam lambung yang sering disebabkan oleh karena stress psikologis. Saya setuju dengan hasil penemuan baru tersebut. Tetapi sekiranya kejadian tukak lambung tentunya tidak se-sederhana oleh faktor tunggal dari kontribusi bakteri H. Pylori semata.  Faktor lainpun memiliki peranan alias bersifat multifaktorial. Kontribusi stress psikologis ditengarai memiliki peranan pula dalam mekanisme terjadinya tukak lambung melalui kajian HPA aksis yang mengontrol pula neurotransmitter serotonin dan syaraf simpatis-parasimpatis di traktus gastrointestinal dalam pleksus peyeri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-373227232680439329?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/373227232680439329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=373227232680439329' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/373227232680439329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/373227232680439329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/penyebab-tukak-lambung-bukan-karena.html' title='Penyebab Tukak Lambung Bukan Karena Stress'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-4544602572818374737</id><published>2007-12-03T22:59:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T23:00:17.516-08:00</updated><title type='text'>Burnout (Kelelahan Mental dan Emosional)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Burnout&lt;/i&gt; adalah kekelahan mental dan emocional yang bersifat kronis dan timbal sebagai akibat adanya stress yang berkembang secara akumulatif dalam jangka panjang terkait beban pekerjaan. Burnout pada tumbal sebagai keluhan fisik seperti nyeri kepala atau keletihan syaraf (restlessness)&lt;br /&gt;Tips mengatasi Restlessness :&lt;br /&gt;1.jangan melampaui batas tingkat kelelahan yang kita miliki&lt;br /&gt;2.bangunlah sikap kerja yang efisien&lt;br /&gt;3.kembangkanlah seni relaksasi&lt;br /&gt;4.belajar mengendalikan emosi&lt;br /&gt;5.buanglah rasa ketakutan&lt;br /&gt;6.aturlah diet&lt;br /&gt;7.lakukan pemeriksaan kesehatan secara periodik&lt;br /&gt;8.biasakanlah memperhatikan kesehatan mental&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-4544602572818374737?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/4544602572818374737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=4544602572818374737' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4544602572818374737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4544602572818374737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/burnout-kelelahan-mental-dan-emosional.html' title='Burnout (Kelelahan Mental dan Emosional)'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-6926312028505587885</id><published>2007-12-03T22:57:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:58:15.285-08:00</updated><title type='text'>Nyeri Kepala sebagai Gejala Stress</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Nyeri adalah suatu sensasi atau pengalaman emosional yang tidak menyenangkan. Stress psikologis pada individu di masyarakat paling banyak hadir dalam bentuk keluhan nyeri kepala.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-6926312028505587885?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/6926312028505587885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=6926312028505587885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/6926312028505587885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/6926312028505587885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/nyeri-kepala-sebagai-gejala-stress.html' title='Nyeri Kepala sebagai Gejala Stress'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-4074481662932355136</id><published>2007-12-03T22:56:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:57:18.651-08:00</updated><title type='text'>Temper Tantrum pada Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Temper tantrum adalah ledakan amarah atau sifat buruk pada anak kecil dalam bentuk ngadat sambil berguling-guling. Temper tantrum terjadi karena anak mencari perhatian orangtua atau ketika menginginkan sesuatu untuk di miliki.&lt;br /&gt;Jenis temper tantrum :&lt;br /&gt;1.anger tantrum, yaitu amarah dengan emosi tinggi berupa mengentak-entakan kaki, menendang, memukul dan berteriak.&lt;br /&gt;2.distress tantrum, yaitu kesedihan dengan ciri anak menangis terisak-isak atau sampai membanting-bantingkan diri dan membenturkan badan dan kepala ke dinding.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-4074481662932355136?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/4074481662932355136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=4074481662932355136' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4074481662932355136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4074481662932355136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/temper-tantrum-pada-anak.html' title='Temper Tantrum pada Anak'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-1520692563282621683</id><published>2007-12-03T22:55:00.001-08:00</published><updated>2007-12-03T22:55:40.930-08:00</updated><title type='text'>Disfungsi Ereksi dapat Merupakan Bagian dari Problem Psikologis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Disfungsi ereksi adalah berkurangnya daya dalam mempertahankan atau tidak mampu ereksi pada seorang laki-laki. Biasanya muncul pada laki-laki diatas usia 40 tahun akibat penurunan kondisi fisik. Tetapi tidak menutup kemungkinan, factor permasalahan psikologis ikut pula memainkan peranan. Ketika seorang laki-laki mengalami depresi, kemampuan seksual menjadi terpengaruh pula yang berimbas kepada terjadinya disfungsi ereksi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-1520692563282621683?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/1520692563282621683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=1520692563282621683' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/1520692563282621683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/1520692563282621683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/disfungsi-ereksi-dapat-merupakan-bagian.html' title='Disfungsi Ereksi dapat Merupakan Bagian dari Problem Psikologis'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-8546294060076265572</id><published>2007-12-03T22:53:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:54:26.965-08:00</updated><title type='text'>Gejala Andropause Mirip Dengan Depresi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Andropause adalah suatu sindrom (kumpulan gejala) klinis yang ditandai dengan perubahan fisik dan emosional yang dikaitkan dengan menurunnya kadar hormone laki-laki (testosterone) secara bertahap. Andropause pada laki-laki sering diasosiasikan dengan menopause pada perempuan. Pada menopause, memang fungsi hormone wanitanya berhenti berproduksi, sedangkan pada andropause hormone seksnya mengalami penurunan. Gejala andropause pada laki-laki sering tampak saat memasuki usia 40 tahun dengan gambaran gejala klinis yang hamper menyerupai dengan gejala depresi, yaitu mudah marah, gelisah, tegang, sulit tidur dan perasaan tertekan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-8546294060076265572?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/8546294060076265572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=8546294060076265572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/8546294060076265572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/8546294060076265572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/gejala-andropause-mirip-dengan-depresi.html' title='Gejala Andropause Mirip Dengan Depresi'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-5894464228601057531</id><published>2007-12-03T22:52:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:53:03.830-08:00</updated><title type='text'>9 Tips Menghadapi Anak :</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;1.pandanglah anak sebagai orang yang mampu&lt;br /&gt;2.sediakan waktu untuk anak&lt;br /&gt;3.gunakan disiplin dalam bentuk yang positif&lt;br /&gt;4.jalinlah hubungan yang luar biasa baiknya dengan istri&lt;br /&gt;5.waspadalah pada kehidupan anak&lt;br /&gt;6.peluk dan cium anak (dekatkan hati anda)&lt;br /&gt;7.dengarkan anak dengan sejatinya&lt;br /&gt;8.evaluasi hubungan anak dengan ayah anda&lt;br /&gt;9.jangan lupakan diri anda (olahraga)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-5894464228601057531?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/5894464228601057531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=5894464228601057531' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5894464228601057531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5894464228601057531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/9-tips-menghadapi-anak.html' title='9 Tips Menghadapi Anak :'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-1354168517722341899</id><published>2007-12-03T22:50:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:51:17.774-08:00</updated><title type='text'>Bersikap Asertif – Dapatkah Diterapkan di Indonesia?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bersikap asertif adalah cara individu mengekspresikan pikiran atau perasaan (baik yang positif atau negatif) kepada orang lain tanpa menyinggung perasaan secara langsung, berani secara jujur, terhormat, terbuka dan secara wajar tidak menganggu hak orang lain secara apa adanya. Bagi kita yang tinggal di negara timur, sering sulit untuk dapat mempraktekkan bersikap asertif ini. Budaya dan norma ketimuran yang kental sering memberikan stereotipik negatif terhadap individu yang bersikap asertif kepada individu lain yang lebih tua. Anggapan dan cap sebagai pribadi yang tidak tahu adat dan sopan santun menjadi imbalan stempel negatif.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-1354168517722341899?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/1354168517722341899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=1354168517722341899' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/1354168517722341899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/1354168517722341899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/bersikap-asertif-dapatkah-diterapkan-di.html' title='Bersikap Asertif – Dapatkah Diterapkan di Indonesia?'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-4366437383101809849</id><published>2007-12-03T22:49:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:50:10.718-08:00</updated><title type='text'>Right Brain for Kids dan Terapi Bermain (Play Therapy)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Right brain for kids adalah suatu latihan yang dikembangkan untuk mengembangkan kemampuan otak kanan anak-anak yang meliputi melatih berpikir seimbang, kesadaran, relaksasi, dan kreativitas. Sedangkan play therapy adalah terapi bermain yang didasari atas suatu kenyataan bahwa bermain adalah media yang alamiah dari anak untuk mengekspresikan dirinya. Pada play therapy, anak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan perasaan ketegangan, frustrasi, kegelsahan, agresi, ketakutan, dan kebingungannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-4366437383101809849?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/4366437383101809849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=4366437383101809849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4366437383101809849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4366437383101809849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/right-brain-for-kids-dan-terapi-bermain.html' title='Right Brain for Kids dan Terapi Bermain (Play Therapy)'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-2879244474206237965</id><published>2007-12-03T22:47:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:48:15.145-08:00</updated><title type='text'>Stress Mempercepat Terjadinya Penuaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah penelitian di amerika melaporkan bahwa tekanan emosi (stress) yang berat dapat mempercepat terjadinya penuaan sel-sel tubuh pada tingkatan genetic. Hal tersebut seakan membuktikan nasehat orang-orang terdahulu yang menyatakan bahwa “jangan banyak pikiran, nanti cepat tua.” (Tempo, Desember 2004)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-2879244474206237965?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/2879244474206237965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=2879244474206237965' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/2879244474206237965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/2879244474206237965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/stress-mempercepat-terjadinya-penuaan.html' title='Stress Mempercepat Terjadinya Penuaan'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-2735793742986252657</id><published>2007-12-03T22:46:00.001-08:00</published><updated>2007-12-03T22:46:44.594-08:00</updated><title type='text'>Bermain Game kekerasan Memicu Tindakan Agresi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu laporan penelitian menyebutkan bahwa game kekerasan terbukti secara kuat mengakibatkan kecenderungan pemain game jenis itu untuk menjadi lebih agresif dan melakukan tindakan agresi. Bagi para orangtua, sebaiknya kita mulai lebih waspada dan dapat selektif dalam memilah-milih mana kira-kira game edukatif yang sesuai atau cocok bagi anak terkait dengan perkembangan mental dan emosinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-2735793742986252657?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/2735793742986252657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=2735793742986252657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/2735793742986252657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/2735793742986252657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/bermain-game-kekerasan-memicu-tindakan.html' title='Bermain Game kekerasan Memicu Tindakan Agresi'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-555893531500590646</id><published>2007-12-03T22:44:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:45:21.094-08:00</updated><title type='text'>Latihan Vitalisasi Otak dan Brain Gym (Senam Otak)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Keduanya merupakan senam otak yang berfungsi untuk mempertahankan kesehatan otak. Perbedaannya terletak hanya pada peruntukannya saja. Latihan vitalisasi otak terutama untuk para lanjut usia, tetapi orang lebih muda pun dapat mempraktekkan gerakan-gerakan senam tersebut. Sedangkan brain gym adalah gerakan senam sederhana bagi anak untuk meningkatkan pengalaman belajar dari keseluruhan otak. Kedua jenis senam tersebut terbukti efektif bagi kesehatan otak,tetapi dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anda sebelum memulai program olahraga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-555893531500590646?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/555893531500590646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=555893531500590646' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/555893531500590646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/555893531500590646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/latihan-vitalisasi-otak-dan-brain-gym.html' title='Latihan Vitalisasi Otak dan Brain Gym (Senam Otak)'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-487186485461376436</id><published>2007-12-03T22:40:00.001-08:00</published><updated>2007-12-03T22:43:07.803-08:00</updated><title type='text'>Faktor Psikososial Bunuh Diri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suryani&lt;i&gt; Institute Mental Health&lt;/i&gt; (SIMH) di Denpasar, Bali, menyebutkan bahwa kejadian bunuh diri tidak dapat dilepaskan dari peranan faktor psikososial yang meliputi pemahaman budaya (mesatya di Bali). Laporan tersebut menyebutkan bahwa pelaku percobaan bunuh diri di bali banyak diawali dengan suatu trans-kesurupan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-487186485461376436?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/487186485461376436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=487186485461376436' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/487186485461376436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/487186485461376436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/faktor-psikososial-bunuh-diri.html' title='Faktor Psikososial Bunuh Diri'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-7998612630855472669</id><published>2007-12-03T22:32:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:39:49.311-08:00</updated><title type='text'>50 Tips Mengatasi Stress</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Stress merupakan reaksi dari tubuh kita terhadap segala situasi maupun kondisi yang tampak berbahaya atau saat jiwa mendapatkan beban.&lt;br /&gt;50 Tips Mengatasi Stress :&lt;br /&gt;1.bersikap realistis (jangan terlalu idealis) dan berdasar pada logika&lt;br /&gt;2.curhat (katarsis/ ventilasi) kepada orang yang anda percayai&lt;br /&gt;3.jangan malu/ ragu untuk meminta bantuan kepada keluarga/ teman.&lt;br /&gt;4.lupakan masalah atau situasi yang lalu dan pusatkan pada masa ke depan.&lt;br /&gt;5.belajar membedakan antara kenyataan dan ketakutan yang irasional dan lepaskan ketakutan yang irasional tersebut dari pikiran anda.&lt;br /&gt;6.yakin pada diri sendiri dan hadapi ketakutan anda.&lt;br /&gt;7.berpikir positif dan bersikap berani.&lt;br /&gt;8.pusatkan pada minat yang anda senangi.&lt;br /&gt;9.mengembangkan kebiasaan baru yang praktis dalam mengelola stress.&lt;br /&gt;10.belajar untuk berkata tidak dan berteguh hati pada prinsip dan pendirian anda (bersikap asertif).&lt;br /&gt;11.menjaga keseimbangan diet dan melakukan latihan tetap untuk memelihara kesehatan fisik dan emosi agar tercipta hidup yang seimbang&lt;br /&gt;12.belajar bagaimana membuat suatu keputusan yang paling sesuai dan konsekwen menggunakan mind map.&lt;br /&gt;13.mencoba mendiskusikan penyebab dari kecemasan yang anda rasakan kepada dokter anda.&lt;br /&gt;14.bersikap optimis, bersemangat dan tegar untuk bangkit dari suatu kegagalan&lt;br /&gt;15.memiliki niat dan tekad untuk berubah kepada hal yang baik.&lt;br /&gt;16.mengenali tanda-tanda awal dari stress dan ketegangan pada diri anda&lt;br /&gt;17.evaluasi ulang rencana dan kegiatan yang anda lakukan untuk membenahi hidup.&lt;br /&gt;18.jangan berpikir terlalu banyak mengenai perkara-perkara kecil dalam kehidupan.&lt;br /&gt;19.memilih waktu untuk bersantai dengan melakukan relaksasi (latihan pernafasan) atau peregangan otot untuk melepaskan ketegangan&lt;br /&gt;20.melakukan sesuatu yang membawa kegembiraan&lt;br /&gt;21.prioritaskan tenaga untuk hal-hal yang bermanfaat&lt;br /&gt;22.berkumpul bersama orang-orang yang anda cintai dengan melakukan kegiatan rekreasi&lt;br /&gt;23.istirahat yang cukup/ memanfaatkan waktu istirahat&lt;br /&gt;24.hidup relaks&lt;br /&gt;25.membiasakan diri untuk menyelesaikan satu pekerjaan sebelum beralih ke pekerjaan berikutnya sehingga pikiran menjadi terfokus.&lt;br /&gt;26.belajar menerima diri anda apa adanya&lt;br /&gt;27.jangan keras pada diri anda dengan menempatkan banyak tuntutan di pundak anda.&lt;br /&gt;28.membuat prioritas kegiatan yang akan anda lakukan&lt;br /&gt;29.mempunyai waktu untuk bersenang-senang untuk melepaskan kepenatan dengan tertawa dan memberikan senyuman.&lt;br /&gt;30.memantai jumlah gula, garam, kopi, dan alkohol yang anda konsumsi.&lt;br /&gt;31.berusaha bersikap baik terhadap diri sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;32.menyambut suatu tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri.&lt;br /&gt;33.membagi kepada pasangan anda (jika anda belum menikah, kepada orang yang anda percayai) hasrat dan beban yang anda rasakan.&lt;br /&gt;34.jangan lupa berdoa atau mendekatkan diri kepada tuhan dan mengasah spiritualitas&lt;br /&gt;35.mengubah situasi yang membuat anda menjadi stress&lt;br /&gt;36.menerima apa yang tidak bisa dirubah&lt;br /&gt;37.mengelola gaya hidup anda&lt;br /&gt;38.melenyapkan kekhawatiran&lt;br /&gt;39.melakukan hobi, seperti musik, menyanyi, memancing, memasak, menari, atau melukis)&lt;br /&gt;40.kesadaran diri, yaitu menyadari secara dini bahwa dirinya sedang mengalami stress&lt;br /&gt;41.mengatur beban psikologis&lt;br /&gt;42.tetap mensyukuri apa yang telah diperoleh &lt;br /&gt;43.mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran.&lt;br /&gt;44.manjakan diri anda dengan mendengarkan musik yang riang&lt;br /&gt;45.tanamkan prinsip bahwa kebahagiaan bisa digali dari anda sendiri&lt;br /&gt;46.sadari bahwa tidak ada masalah tanpa solusi&lt;br /&gt;47.mengikuti kegiatan sosial untuk memperoleh dukungan sosial (social support).&lt;br /&gt;48.mengkoreksi pemahaman dan pemikiran yang salah dari diri pribadi.&lt;br /&gt;49.melakukan pengalihan perhatian kepada hal lain yang menyenangkan.&lt;br /&gt;50.mau berikhtiar atau berusaha menuju ke arah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-7998612630855472669?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/7998612630855472669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=7998612630855472669' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/7998612630855472669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/7998612630855472669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/12/50-tips-mengatasi-stress.html' title='50 Tips Mengatasi Stress'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-7334301461887118406</id><published>2007-11-20T00:22:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T00:50:59.328-08:00</updated><title type='text'>Pemimpin Aliran Sesat... Apakah menderita psikotik?</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam bulan-bulan terakhir ini, beberapa media massa baik televisi maupun cetak banyak mengulas mengenai munculnya aliran sesat keagamaan. Belakangan ini bahkan sampai kepada penangkapan pemimpinnya, karena dianggap telah meresahkan masyarakat melalui pendoktrinasian atau penyebaran keyakinan-keyakinan agamis yang menyesatkan. Pemimpinnya berkhotbah kepada pengikut alirannya bahwa dirinya baru mendapatkan wangsit atau wahyu sebagai nabi yang diutus untuk memperbaiki kemurnian agama yang sebelumnya dianggapnya telah banyak menyimpang. Jika dilihat, perilaku dari beberapa pemimpin yang diklaim "sesat" oleh MUI tersebut kesemuanya memiliki karakteristik yang hampir sama, yaitu menganggap dirinya sebagai rasul atau nabi yang diangkat berdasar pada cerita mimpi yang dialaminya. Kalau kita coba generalisasikan, perilaku yang tampak pada diri pemimpin tersebut memiliki kesamaan dengan perilaku psikotik pada pasien-pasien dengan permasalahan kejiwaan, yaitu menyangkut kepada suatu gejala waham kebesaran, minimal berupa ide kebesaran. Saya hanya mencoba melakukan suatu tinjauan perbandingan pada beberapa waham pasien psikotik yang ternyata memiliki banyak kesamaan dengan yang diungkap oleh para pemimpin aliran sesat tersebut. Apakah mereka yang menganggap dirinya sebagai rasul atau nabi itu sebenarnya justru sedang stress?,,, mungkin terkait pada post power syndrome atau suatu stressor psikososial lain?... Tetapi yang bisa saya utarakan di sini?... apakah justru dengan diberikan hukuman penjara di hotel prodeo maka perilaku psikotiknya tadi akan hilang?... Kini semua kembali kepada pemahaman kita lagi, apakah pemimpin aliran tersebut memang mengalami permasalahan kejiwaan atau tidak?... karena nyatanya hotel prodeo tidak menghilangkan keyakinan sesat dari pemimpinnya. Apakah solusi terbaik justru bukan hotel prodeo tetapi melainkan rumah sakit jiwa atau minimal pemberian medikasi dengan anti psikotik?... semua akhirnya kembali kepada kita, yang melihat itu sebagai gangguan psikotik (gangguan waham) atau kah hanya berupa keyakinan yang salah?...     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-7334301461887118406?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/7334301461887118406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=7334301461887118406' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/7334301461887118406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/7334301461887118406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/11/pemimpin-aliran-sesat-apakah-menderita.html' title='Pemimpin Aliran Sesat... Apakah menderita psikotik?'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-322798206559342421</id><published>2007-09-30T00:19:00.000-07:00</published><updated>2007-09-30T01:38:56.842-07:00</updated><title type='text'>Resensi Film Tentang Percintaan Terapis-Klien</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Resensi berikut ini membahas dua buah film yang menyoroti perihal percintaan yang tidak disadari ternyata terjadi antara terapis dengan saudara dari kliennya ketika sedang menjalani sesi hubungan terapeutik.Dua kisah dalam film ini mencoba mengungkapkan bahwasannya psikiater itu juga seoarng manusia biasa, yang ternyata bisa juga terlibat dalam problematika kliennya sendiri. Penyuguhan dua film ini membawa beberapa catatan, bahwa seyogyanya sebagai seorang terapis tak seharusnya seorang psikiater atau psikolog itu larut kepada dinamika persoalan kliennya. Karena kunci dari dua film itu sebenarnya hanya satu yaitu empati saja dan jangan sampai kepada simpati. Sebagai saran, dua film ini sebaiknya tidak dicontoh bagi para praktisi yang berkutat dalam penanganan problematika kliennya. Satu lagi catatan bahwa ini hanyalah sebuah film dan tidak semestinya menjadi true story.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. The Prince of Tides (1991)&lt;br /&gt;Seorang psikiater bernama Susan Lowenstein yang terlibat percintaan dengan saudara laki-laki dari kliennya yang mempunyai kecenderungan bunuh diri. Karena merasa memiliki latar belakang kehidupan percintaan yang tidak bahagia dengan pasangan masing-masing kemudian keduanya (Dr. Susan dan Tom Wingo) menjadi akrab dan kemudian saling membantu satu sama lain agar dapat kembali ke kehidupan masing-masing. Tetapi apakah kebersamaan yang tumbuh pertamanya itu kemudian menjadi suatu hubungan percintaan?... Sebuah film bagus yang banyak mengetengahkan dimensi psikologis akan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Final Analysis (1992)&lt;br /&gt;Seorang psikiater bernama Dr. Isaac Barr yang jatuh cinta dengan saudara perempuan dari salah satu kliennya yang memiliki kebiasaan minum alkohol. Dengan segala upaya, dia berusaha menyelamatkan hidup pacarnya itu dari tirani pengekangan yang dilakukan oleh suaminya yang ternyata seorang mafia. Tetapi ternyata pada kenyataannya justru, psikiater tersebut malahan terlibat pada suatu lingkaran setan akan perbuatan licik, intrik dan manipulasi dibalik beberapa kejadian yang telah terjadi itu. Rentetan peristiwa yang terjadi seakan perbuatan dari skenario yang seperti sudah diatur oleh salah satu atau kedua saudara tersebut. Film bagus yang dipenuhi dengan intrik dan cinta serta menciptakan suatu akhir cerita yang tak akan pernah ditebak akan seperti itu akhir ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua film itu saya sarankan menjadi tontonan hiburan saja bagi para pengkaji kejiwaan yang menyukai film-film bergenre thriller.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-322798206559342421?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/322798206559342421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=322798206559342421' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/322798206559342421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/322798206559342421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/09/resensi-film-tentang-percintaan-terapis.html' title='Resensi Film Tentang Percintaan Terapis-Klien'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-702617315595235468</id><published>2007-09-26T01:11:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T01:12:09.181-07:00</updated><title type='text'>Novel Blind Eye – Kisah Seorang Dokter Psikopat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Novel yang ditulis oleh James B. Stewart ini bercerita tentang seorang dokter muda tampan bernama Michael Swango yang terkesan ideal akan profesinya. Tetapi tak diyana, dibalik kesempurnaannya tersimpan suatu kepribadian anti sosial atau psikopat. Dalam novel ini terungkap kisah pembunuhan berantai yang dilakukan olehnya terhadap pasien dan paramedis akan akibat dari obsesi pada dirinya mengenai kematian sadis. Pada awalnya, dia selalu berhasil lolos dari jeratan hukum akibat memiliki alibi yang kuat. Akhir dari kisah ini dapat dibaca pada novel yang sempat menjadi best seller di Amerika Serikat ini. Sebuah novel satire mengenai dinamika kejiwaan seorang dengan pribadi anti sosial atau psikopat. Novel ini cocok menjadi bacaan bagi para praktisi kejiwaan yang menyukai gaya penulisan novel bergenre investigasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-702617315595235468?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/702617315595235468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=702617315595235468' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/702617315595235468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/702617315595235468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/09/novel-blind-eye-kisah-seorang-dokter.html' title='Novel Blind Eye – Kisah Seorang Dokter Psikopat'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-5995468296198743792</id><published>2007-08-16T21:07:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T21:08:15.027-07:00</updated><title type='text'>Mother’s Boy – Kegagalan Identifikasi Oedipus Complex</title><content type='html'>Anak laki-laki cenderung untuk memiliki kelekatan kepada ibunya. Tetapi apabila kelekatan tersebut berlebihan, si anak justru malah menjadi terlalu bergantung kepada ibunya. Kita menyebutnya sebagai “anak mami” atau istilah baratnya mother[s boy. Penjelasan dari teori perkembangan seksual mengatakan bahwa hal tersebut terjadi sebagai akibat dari ketiadaan akan figur ayah, sehingga membuat si anak tidak mempunyai tokoh identifikasi, dan pada akhirnya kehadiran ibu yang begitu kental dalam kehidupannya (over protective), mengakibatkan si anak teridentifikasi kepada tokoh ibunya. Dalam hal ini proses oedipus complex nya tidak selesai. Hal ini kemudian mengkristal dalam bentuk kepribadian (personality). Pada akhirnya saya berpikir bahwa dalam hal kelekatan, orangtua dalam pola asuhnya kepada anak sebaiknya tertindak secara cukup saja (artinya tidak kurang dan tidak berlebihan pula). Sebagai orangtua bersikap menjadi “enough mother or enough father.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-5995468296198743792?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/5995468296198743792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=5995468296198743792' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5995468296198743792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/5995468296198743792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/08/mothers-boy-kegagalan-identifikasi.html' title='Mother’s Boy – Kegagalan Identifikasi Oedipus Complex'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-4565793124626685536</id><published>2007-08-16T21:02:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T21:04:17.726-07:00</updated><title type='text'>Gaya Harajuku, Refleksi Manik?</title><content type='html'>Harajuku merupakan bentuk dandanan dari mulai ujung rambut sampai kaki yang terlihat menor, heboh, asal-asalan, malah terkesan awut-awutan. Trend ini pertama kali berkembang di negara Jepang dan akhirnya sampai pula ke negara Indonesia pada tahun belakangan ini. Saya berpikir, penampilan harajuku yang dipersembahkan oleh muda-mudi tersebut tak ubahnya seperti pasien-pasien dengan gangguan manik yang acapkali ditemukan di bangsal rumah sakit jiwa, walaupun dalam kadar atau derajat yang masih berskala rendah. Dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III (PPDGJ III) disebutkan bahwa gambaran dari perilaku manik adalah kekhasan dalam suasana perasaan yang meningkat (elasi), percaya diri yang membumbung tinggi dalam pergaulan sosial dengan banyak kegembiraan (euforik). Mereka yang berhaluan harajuku kadang terkesan bangga apabila busana, gaya rambut dan aksesori atau atribut yang menempel di badannya tersebut menjadi terlihat aneh dan beda. Keyakinan diri pribadi tersebut sangat besar untuk menjadi pusat perhatian dan mendapatkan suatu bentuk pengakuan. Imbasnya menciptakan perasaan bangga akan penampilan. Sepertinya, Trend Harajuku yang mulai banyak di ikuti oleh beberapa artis ibukota sekarang ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan modernitas zaman dan kehidupan yang penuh akan stressor menekan dan beban berat secara kompleks. Sehingga pada akhirnya, akumulasi perasaan depresi dalam alam bawah sadar yang kemungkinan banyak dialami oleh pribadi-pribadi tersebut di kota besar (metropilitan) terrefleksikan dalam bentuk gambaran perilaku manik pada alam sadarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-4565793124626685536?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/4565793124626685536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=4565793124626685536' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4565793124626685536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4565793124626685536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/08/gaya-harajuku-refleksi-manik.html' title='Gaya Harajuku, Refleksi Manik?'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-8210031582156848931</id><published>2007-08-16T20:56:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T21:02:07.029-07:00</updated><title type='text'>Psychopuncture – Terapi Jiwa Perpaduan Timur Barat</title><content type='html'>Psychopuncture dikembangkan oleh Dr. Med. Hallym Calehs, PhD, seorang psikiater spiritual dan transkultural serta ahli akupunktur. Psychopuncture adalah terapi jiwa yang memadukan unsur ilmiah dan tradisional (perpaduan budaya timur dan barat)  dengan menggunakan metode BEST (Basic Emotional Structuring Test), yaitu suatu tehnik ilmiah pengenalan emosi (diri sendiri) dengan mengenali sesuatu yang dibenci. Teknik Psychopuncture dengan metode BEST ini adalah hasil temuan dokter Hallym dan telah dipatenkan di Jerman. Sebagai alat Bantu metode BEST, digunakan 10 buah boneka dengan aneka mimik yang berbeda. Pada sesi pemeriksaan, seseorang di minta untuk memilih boneka yang disukai dan boneka yang tidak disukai. Pilihan tersebut merupakan suatu refleksi dari kejiwaan orang tersebut sehingga kemudian dapat diketahui garis besar dari kepribadian orang tersebut dan macam terapi yang sesuai untuk dirinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-8210031582156848931?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/8210031582156848931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=8210031582156848931' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/8210031582156848931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/8210031582156848931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/08/psychopucture-terapi-jiwa-perpaduan.html' title='Psychopuncture – Terapi Jiwa Perpaduan Timur Barat'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-3473362229499369988</id><published>2007-08-06T00:32:00.000-07:00</published><updated>2007-08-06T00:39:48.247-07:00</updated><title type='text'>Novel :  Petualangan Don Quixote</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah novel karya pengarang besar Spanyol Miguel de Cervantes Saavedra (1547-1616). Dalam perjalanan waktu, Cervantes pada buku keduanya melakukan sebuah pengakuan bahwa Don Quixote bukanlah karangannya, melainkan karangan seorang sejarawan Arab bernama Cid Hamet Benengeli. Terlepas dari pengakuan itu, novel ini memiliki banyak dinamika yang bersinggungan dengan ranah kejiwaan. Dalam novel tersebut terangkai sebuah kisah pengembaraan dari seorang serdadu perang bernama Don Quixote yang memiliki suatu “waham kebesaran”  Dengan membawa keyakinan bahwa dia adalah satu-satunya satria yang berhak menyelamatkan manusia yang mengalami kezaliman. Bersama pengawal setianya Sancho Panza, kuda kebanggaannya Rozinante, dan bayangan halusinasi visual akan kekasihnya Dulcinea, Don Quixote melakukan suatu pengenbaraan. Pernak-pernik tindakan skizofrenik (gagasan gila, dungu dan ceroboh) yang dilakukan Don Quixote tersebut banyak mewarnai kisah petualangannya. Pengaruh akan imajinasi gila yang mendera Don Quixote membawa jalinan kisah ini kepada suatu kekacauan, kegetiran, nelangsa sekaligus kekonyolan. Pesan utama dari novel ini ternyata adalah suatu jawaban tentang “kegilaan” yang bangkit dari gugusan imajinasi. &lt;br/&gt;Novel ini, saya rasa cocok untuk dibaca oleh psikiater, psikolog atau praktisi lain yang meminati kajian kejiwaan, sebagai pembelajaran akan simptomatologi dan hiburan konyol menjelang tidur. &lt;br/&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-3473362229499369988?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/3473362229499369988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=3473362229499369988' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3473362229499369988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3473362229499369988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/08/novel-petualangan-don-quixote.html' title='Novel :  Petualangan Don Quixote'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-7289984561587103901</id><published>2007-08-06T00:30:00.000-07:00</published><updated>2007-08-06T00:32:23.690-07:00</updated><title type='text'>Hipnoterapi bagi Permasalahan Kejiwaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hipnosis dikembangkan pertama kali oleh dokter berkebangsaan Austria bernama Franz Anton Mesmer (1734-1815) untuk terapi medis. Perkembangan belakangan ini di Indonesia, hipnoterapi mulai banyak dilirik oleh masyarakat sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan psikologis dan kejiwaan yang dialaminya. Tetapi alangkah baiknya, masyarakat jangan lantas latah terhadap fenomena yang berkembang ini. Hipnoterapi sebagai bagian dari psikoterapi. Dalam klinis, hipnoterapi  tetap memiliki aturan mengenai kriteria gangguan kejiwaan apa saja yang bisa diterapi dengan metode hypnosis. Hal ini sebaiknya harus menjadi perhatian pula. &lt;br/&gt;&lt;/div&gt;      &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-7289984561587103901?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/7289984561587103901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=7289984561587103901' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/7289984561587103901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/7289984561587103901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/08/hipnoterapi-bagi-permasalahan-kejiwaan.html' title='Hipnoterapi bagi Permasalahan Kejiwaan'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-3791875658666675403</id><published>2007-08-06T00:28:00.000-07:00</published><updated>2007-08-06T00:29:48.030-07:00</updated><title type='text'>Anakku Seorang Skizofrenik! – Hidup Bersama Anak dengan Gangguan Jiwa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah buku mengenai kisah hidup yang dituturkan oleh Beth Henry tentang lika-liku dirinya menyangkut semangat dan komitmen dalam menyikapi pola perilaku dan penyembuhan bagi dua anak tirinya yang ternyata mengalami gangguan jiwa. Buku ini baik dibaca oleh praktisi bidang kejiwaan anak sebagai bahan masukan ketika memberikan edukasi kepada keluarga atau masyarakat yang memiliki anak dengan gangguan jiwa karena banyak mengandung nilai hidup baik yang dapat ditiru dalam menghadapi anak dengan penyakit mental.&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-3791875658666675403?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/3791875658666675403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=3791875658666675403' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3791875658666675403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/3791875658666675403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/08/anakku-seorang-skizofrenik-hidup.html' title='Anakku Seorang Skizofrenik! – Hidup Bersama Anak dengan Gangguan Jiwa'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-8826262285049708792</id><published>2007-08-06T00:25:00.000-07:00</published><updated>2007-08-06T00:27:46.488-07:00</updated><title type='text'>Masa Depan Biotek dan Teknologi Biomedia (Bussinessweek Juni 2004 – Gatra Oktober 2005)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perkembangan riset tentang stem cell dan teknologi biomedis diarahkan kepada penemuan baru melalui teknik canggih untuk menyembuhkan penyakit jantung, otak dan kelak dapat penghentian proses penuaan pada manusia melalui molekul yang dapat merangsang pertumbuhan neuron dan mekanisme neurotransmiter. Apakah mungkin nantinya juga akan mengarah kepada penyakit kejiwaan, khususnya skizofrenia?&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-8826262285049708792?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/8826262285049708792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=8826262285049708792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/8826262285049708792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/8826262285049708792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/08/masa-depan-biotek-dan-teknologi.html' title='Masa Depan Biotek dan Teknologi Biomedia (Bussinessweek Juni 2004 – Gatra Oktober 2005)'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-4826948032237327987</id><published>2007-08-06T00:21:00.000-07:00</published><updated>2007-08-06T00:23:38.783-07:00</updated><title type='text'>Trans Kesurupan – Suatu Fenomena Budaya atau Gangguan Disosiatif</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Belum lama berselang (kira-kira 1 minggu yang lalu), peristiwa kesurupan yang menimpa sekelompok pelajar kelas menengah atas kembali lagi terjadi di Indonesia. Kejadian yang baru ini, menimpa sekelompok siswi sekolah menengah atas di Propinsi Kalimantan, tepatnya di Kota Banjarmasin berupa perilaku seperti orang kerasukan atau kesurupan. Fenomena ini menarik, karena sudah berulang kali terjadi hampir di seantero Indonesia. Peristiwa kesurupan yang terakhir ini adalah untuk yang ke-sekian kalinya terjadi lagi dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini. Terdapat tipikal kesamaan dari beberapa kejadian kesurupan yang terjadi di Indonesia ini, yaitu menimpa pelajar sekolah menengah yang notabene saat itu sedang menjalani aktivitas belajar di sekolah (jam pelajaran), banyak menimpa pelajar yang berjenis kelamin perempuan, dan menurut informasi masyarakat yang melihat kejadian itu seperti menular (menginduksi) kepada teman lainnya ketika salah seorang siswi tiba-tiba mengalami kesurupan. Kesemuannya itu dalam kaiian psikiatri di kenal sebagai suatu gangguan disosiatif atau dulu dinamakan sebagai histeria konversi. Satu hal menarik yang dapat dikaji dari beberapa peristiwa kesurupan di Indonesia, kejadian itu merupakan suatu jenis gangguan disosiatif yang bentuknya berupa gangguan trans kesurupan atau suatu fenomena budaya? Karena masyarakat Indonesia tidak sepenuhnya dapat melepaskan diri dari aspek budaya tradisional dan pandangan sosio-kultural yang telah tertanam sejalan dengan perkembangan individu itu menuju suatu pendewasaan. Saya berpikir, bahwa kejadian kesurupan yang kemudian menginduksi banyak orang tidak dapat dilepaskan dari peranan budaya setempat. Paparan melalui tayangan visual dari ritual keagamaan dan budaya daerah seperti pertunjukan kuda lumping, sintren kesurupan, kuda kepang dan masih banyak lagi di berbagai daerah Indonesia secara tidak langsung kemudian terimitasikan dalam bentuk gangguan disosiatif di masyarakat. Hal lain yang menarik, peristiwa kesurupan massal yang terjadi di Indonesia (pada pelajar sekolah dan pekerja pabrik) perlu diicermati, apakah ini sebagai bentuk penumpahan dari beban stressor yang sudah terakumulasi begitu pada dua sosok individu tersebut. Apakah beban tugas, pelajaran atau pekerjaan dan ketatnya aturan baik di sekolah maupun di pabrik sebagai stresor psikososil telah melahirkan suatu fenomena kesurupan ini?&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-4826948032237327987?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/4826948032237327987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=4826948032237327987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4826948032237327987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/4826948032237327987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2007/08/trans-kesurupan-suatu-fenomena-budaya.html' title='Trans Kesurupan – Suatu Fenomena Budaya atau Gangguan Disosiatif'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-114976418038628570</id><published>2006-06-08T03:44:00.000-07:00</published><updated>2006-06-08T03:56:20.396-07:00</updated><title type='text'>Conctact Person For Earthquake Jogja</title><content type='html'>If you need information or want to go to Jogjakarta Province West Java, as a NGO support team after Jogja Earthquake... I can helping you to be here by contact relationship  to Social dan Health Officer in Jogjakarta Province. I am as contact person to you for Earthquake Jogja Support like  psychosocial intervention.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isa Multazam&lt;br /&gt;Dr Sardjito Hospital  Jogjakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-114976418038628570?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/114976418038628570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=114976418038628570' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/114976418038628570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/114976418038628570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2006/06/conctact-person-for-earthquake-jogja.html' title='Conctact Person For Earthquake Jogja'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27114853.post-114614264970227438</id><published>2006-04-27T05:54:00.000-07:00</published><updated>2006-04-27T05:57:29.723-07:00</updated><title type='text'>All of Psychiatry</title><content type='html'>Hi...&lt;br /&gt;I am Isa, Resident of Psychiatry in Gadjah Mada University&lt;br /&gt;Welcome to my simply blog...&lt;br /&gt;Jogja, April 27, 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27114853-114614264970227438?l=isa-multazam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isa-multazam.blogspot.com/feeds/114614264970227438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27114853&amp;postID=114614264970227438' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/114614264970227438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27114853/posts/default/114614264970227438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isa-multazam.blogspot.com/2006/04/all-of-psychiatry.html' title='All of Psychiatry'/><author><name>Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04508721670269591654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_4XRC8nV4UZc/R4R1v1h7ZtI/AAAAAAAAAAM/HABFW7alci8/S220/Isa_pas_foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
